JP Radar Kediri - Semangat Raden Ajeng (RA) Kartini dalam memperjuangkan edukasi bagi kaumnya kini mewujud dalam berbagai bentuk. Di era digital dan keterbukaan informasi saat ini, kemandirian perempuan tidak hanya diukur dari gelar akademik, tetapi juga keberanian untuk menyuarakan isi pikiran. Inilah yang diperjuangkan oleh Dr. Jesicha Yenny Susanty M, SH., MH., CLA., CCD., CPS., CPPS., CT., CMT.
Sebagai seorang akademisi sekaligus praktisi hukum, Dr. Jesicha membuktikan bahwa perempuan masa kini bisa melampaui batas ruang-ruang formal. Tak hanya piawai di meja hijau, perempuan yang mengantongi gelar Doktor Hukum ini juga dikenal sebagai "singa panggung" di dunia public speaking.
Bagi Dr. Jesicha, public speaking bukan sekadar teknik mengolah kata di depan mik. Baginya, itu adalah alat pemberdayaan. Sejak tahun 2009, dia telah mendedikasikan diri sebagai pelatih dan pembicara seminar nasional.
Baca Juga: Kartini Masa Kini: Meyrinda Tobing Belajar, Berkarya, dan Berdampak bagi Sesama
"Setiap orang punya potensi. Tantangannya adalah bagaimana mengubah potensi tersebut menjadi sebuah performa yang nyata," tegasnya.
Pengalamannya selama 15 tahun telah melahirkan ribuan lulusan yang kini berani tampil percaya diri di berbagai instansi, organisasi, hingga perusahaan besar. Lewat bendera Voica Management di bawah PT Jesichasusanty Media Sejahtera, dia merancang kurikulum yang sangat taktis. Mulai dari teknik storytelling, voice over, hingga "Formula APPLE" yang menjadi andalannya dalam menaklukkan audiens.
Misi Melahirkan Pembicara Berkarakter
Melalui Voica Management, Dr. Jesicha ingin memastikan bahwa setiap individu memiliki senjata komunikasi yang mumpuni. Metode yang diterapkan pun jauh dari kesan kaku.
Peserta diajak terjun dalam roleplay. Kemudian evaluasi mendalam untuk setiap progres peserta. Selain itu, ada gabungan antara teori hukum yang sistematis dengan seni komunikasi yang luwes.
"Kami ingin menjadi lembaga terpercaya yang melahirkan pembicara profesional dan berpengaruh, tidak hanya di tingkat nasional tapi juga internasional," kata Jesicha.
Editor : Anwar Bahar Basalamah