JP Radar Kediri - Momentum Hari Kartini tahun ini menjadi pengingat bahwa emansipasi bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan perwujudan karya nyata yang membawa perubahan bagi masyarakat. Sosok Meyrinda Tobing menjadi salah satu representasi "Kartini Modern" yang membuktikan bahwa perempuan mampu mengemban berbagai peran strategis sekaligus memberikan dampak luas melalui pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Sebagai seorang akademisi yang kini menjabat sebagai Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Kadiri, Meyrinda menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan dalam dunia pendidikan tinggi menuntut standar etika dan profesionalisme yang tinggi. Di tengah kesibukannya mengelola administrasi dan SDM di kampus, dia juga tetap mengutamakan peningkatan kapasitas diri dengan menempuh studi lanjut S3 Doktoral Public Health di Universitas Airlangga (Unair).
Baca Juga: Kartini Masa Kini: Sosok Wera Salisa, Owner Werasalisa Makeup Kediri
Bagi Meyrinda, belajar adalah fondasi utama sebelum seorang wanita bisa berkarya dan memberikan perubahan.
"Wanita bisa berkarya, wanita bisa memberikan perubahan. Langkah nyata Kartini modern saat ini adalah terus belajar, berkarya, hingga akhirnya mampu memberikan dampak bagi lingkungan sekitar," ujar Meyrinda Tobing.
Baca Juga: Kartini Masa Kini: dr. Fiemel Setya Amaydhea Dipl AAAM, Owner Saine Skin Clinic Kediri
Dedikasi Meyrinda dalam pengembangan SDM tidak hanya terbatas di lingkungan akademis. Melalui Maksima Akademi Indonesia yang didirikannya, dia fokus melatih kemampuan komunikasi profesional dan service excellence. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 5.000 orang telah dibimbing untuk meningkatkan keterampilan komunikasi efektif dan standar pelayanan prima.
Kiprahnya sebagai pelatih service excellence telah diakui secara nasional. Meyrinda kerap dipercaya menjadi narasumber dan pengisi pelatihan di berbagai instansi bergengsi, mulai dari kementerian hingga lembaga negara, di antaranya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendasmen), Kementerian Kesehatan RI, Bank Indonesia, BPSDM Kalimantan Timur dan TP PKK Mimika, Papua.
Kehadiran sosok seperti Meyrinda Tobing di wilayah Kediri memberikan inspirasi bahwa keterbatasan peran gender adalah masa lalu. Dengan semangat belajar yang tak kunjung padam, perempuan masa kini memiliki peluang yang sama untuk menjadi pemimpin strategis sekaligus pengusaha yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas hidup orang banyak.
Editor : Anwar Bahar Basalamah