Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kartini Masa Kini: Restin Meilina, M.M. Terapkan Harmonisasi Gender untuk Kunci Sukses Kewirausahaan dan Organisasi

Syaikhu Aliya Rahman • Selasa, 21 April 2026 | 18:09 WIB
Foto: Dok. Restin Meilina
Foto: Dok. Restin Meilina

JP Radar Kediri - Memaknai Hari Kartini tidak sekadar seremoni kebaya. Bagi Restin Meilina, M.M., emansipasi adalah tentang akses dan kesempatan. Namun, Kepala Program Studi (Kaprodi) Manajemen Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri itu menekankan satu garis tebal. Emansipasi bukanlah upaya meniadakan peran laki-laki.

"Emansipasi hakikatnya adalah memberikan kesetaraan akses di bidang pendidikan, ekonomi, hingga kepemimpinan. Ini proses membangun relasi yang adil dan berbasis kemitraan, bukan menciptakan dominasi wanita," ujar Restin saat ditemui di ruang kerjanya.

Dosen yang memiliki fokus kajian pada Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) dan Kewirausahaan ini menilai, etika tetap menjadi fondasi utama. Menurutnya, setinggi apa pun prestasi profesional seorang wanita, kodrat untuk menghormati dan menghargai laki-laki dalam keluarga tidak boleh luntur.

Baca Juga: Kartini Masa Kini: Novianti Handayani Bawa UMKM Perempuan Naik Kelas, dari Dapur Menuju Pasar Digital

Prinsip "tanpa diskriminasi" ini pun ia terapkan secara nyata di lingkungan Prodi Manajemen UNP Kediri. Restin memastikan seluruh mahasiswa, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki panggung yang sama untuk berkembang.

"Dalam mata kuliah Perilaku Organisasi, saya selalu menanamkan pemahaman karakter. Wanita dan laki-laki punya perbedaan karakter, tapi justru perbedaan itulah yang harus dipahami untuk membentuk tim yang efektif," urainya.

Bukti nyata dari tangan dinginnya terlihat pada pendampingan tim kewirausahaan mahasiswa. Restin mengungkapkan, tim-tim yang berhasil lolos hibah dan mendapat pendanaan dari pemerintah mayoritas memiliki komposisi anggota yang kolaboratif. Antara laki-laki dan perempuan.

Bagi Restin, wanita yang berdaya adalah wanita yang mampu bersinergi. Ia melihat laki-laki dan perempuan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang unik. Jika disatukan, hal itu akan menciptakan "kekuatan harmoni".

Baca Juga: Kartini Masa Kini: Endang Tutik Winarti Kedepankan Work-Life Balance dan Ibu yang Up-to-Date

"Melalui emansipasi, wanita punya ruang berkembang secara profesional. Namun tetap harus berlandaskan etika relasional. Dengan begitu, tercipta sinergi untuk berkontribusi optimal sesuai potensi masing-masing," tegasnya. 

*Menakar Keseimbangan Hidup Perempuan Modern antara Karier dan Wirausaha*

Momentum Hari Kartini tahun ini menjadi pijakan penting untuk merefleksikan peran perempuan di era modern. Tak sekadar berdaya. Perempuan masa kini dihadapkan pada tantangan besar. Menyeimbangkan profesionalitas dengan kehidupan pribadi.

Fenomena inilah yang dibedah secara mendalam oleh Restin Meilina, M.M., melalui karya ilmiahnya. Berjudul Dilema Perempuan Modern: Studi Komparatif Womenpreneur dan Wanita Karier terhadap Keseimbangan Kehidupan Kerja, Restin menyoroti isu krusial mengenai work-life balance (WLB). Ia membandingkan dua kelompok perempuan bekerja di Kediri. 

Yakni mereka yang memilih jalur sebagai pengusaha (womenpreneur) dan mereka yang meniti karier di instansi atau perusahaan (wanita karier).

“Banyak perempuan menghadapi tuntutan ganda. Di satu sisi ingin produktif secara ekonomi, di sisi lain ada tanggung jawab rumah tangga. Keseimbangan ini yang menentukan kepuasan hidup mereka,” ujar Restin.

Baca Juga: Kartini Masa Kini: Yekti Murih Wiyati, Perempuan Mandiri Tanpa Abai Keluarga

Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS), penelitian ini menemukan fakta menarik. Fleksibilitas kerja dan dukungan keluarga menjadi dua faktor kunci yang mendongkrak work-life balance. Sebaliknya, stres kerja menjadi beban yang secara signifikan mereduksi keseimbangan tersebut.

Restin mengungkapkan, terdapat perbedaan pola hubungan antarvariabel pada kelompok womenpreneur dan wanita karier.

 Fleksibilitas waktu mungkin lebih dimiliki oleh pengusaha. Namun wanita karier memiliki struktur yang jelas. Meski jalurnya berbeda, muaranya sama. Ketika work-life balance tercapai, kepuasan kerja akan meningkat secara otomatis.

“Hasil penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi organisasi dan pemerintah di Kediri untuk menciptakan kebijakan yang mendukung perempuan pekerja. Keseimbangan hidup yang sehat adalah kunci produktivitas,” tambahnya.

Melalui dedikasinya di dunia akademis, Restin Meilina tidak hanya mengajar. Ia juga memberikan kontribusi teoritis pada kajian gender dan manajemen sumber daya manusia. Spirit Kartini baginya adalah tentang kecerdasan dalam mengambil peran dan keberanian untuk menciptakan harmonisasi antara pekerjaan dan keluarga.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kartini masa kini #hari kartini #sosok inspiratif