Kartini Masa Kini: Umi Farida, Pengusaha Kebun Kurma Nganjuk Dobrak Batas lewat Pertanian

Novanda Nirwana • Dipublikasikan Selasa, 21 April 2026 | 09:06 WIB
Umi Farida dengan latar belakang kebun kurma miliknya di Nganjuk. (Foto: Dok. Umi Farida)
Umi Farida dengan latar belakang kebun kurma miliknya di Nganjuk. (Foto: Dok. Umi Farida)

JP Radar Kediri - Sosok Raden Ajeng Kartini di mata Umi Farida bukan sekadar simbol ningrat yang terkurung tembok istana. Bagi pengusaha asal Nganjuk ini, Kartini adalah representasi perempuan yang membumi. Karena berani keluar dari zona nyaman untuk merangkul dunia luar, termasuk bidang pertanian dan kemasyarakatan.

Semangat itulah yang dia bawa dalam menjalankan bisnis perkebunan kurma, meski dirinya berangkat dari latar belakang pendidikan teknik.

Baca Juga: Kartini Masa Kini: Hj. Ana Prasetya Ningtyas, Ubah Wajah Bisnis Travel Umrah lewat Sentuhan Syariat

"Ibu Kartini itu kan anaknya ningrat, tapi dia tidak melulu hidup di dunia ningrat saja. Di dunia pertanian ada, pergaulan dengan ibu-ibu juga ada. Intinya mengajak semua wanita bangkit dan berprestasi di bidang masing-masing," ujar Umi Farida, Pemilik Kebun Kurma Nganjuk.

Sosok Umi Farida
Sosok Umi Farida

Menjalankan peran sebagai ibu dari enam anak sekaligus pengusaha bukanlah perkara mudah. Namun, Umi membuktikan bahwa disiplin dan spiritualitas adalah kunci keseimbangan. Harinya dimulai jauh sebelum matahari terbit.

"Pagi sebelum subuh bangun, salat tahajud, dan mengajak anak-anak ke masjid itu pasti. Setelah persiapan sekolah, masak, dan cuci baju selesai, baru saya ke toko. Semua bisa jalan," ungkapnya mengenai rutinitas harian yang tetap menempatkan keluarga sebagai prioritas utama.

Baca Juga: Kartini Masa Kini: Dinar Anggry Andina, Misi Besar Perempuan sebagai Tulang Punggung Ekonomi Kediri

Bagi perempuan yang masih ragu memulai usaha, terutama di bidang yang dianggap tidak lazim seperti budidaya kurma, Umi menekankan pentingnya keyakinan dan berpikir positif. Menurutnya, terjun langsung adalah cara terbaik untuk belajar.

"Kalau ragu, menanam kurma ini tidak akan jadi. Jadi harus yakin dulu. Jangan takut melangkah, kerjakan apapun dengan iringan doa. Tuhan pasti kasih jalan," tegas Umi.

Umi Farida dan pohon kurma (Foto: Dok. Umi Farida)
Umi Farida dan pohon kurma (Foto: Dok. Umi Farida)

Lebih jauh, Umi melihat peran perempuan Nganjuk sangat krusial dalam menyokong ekonomi keluarga. Mengutip pesan dari sang ayah, dia meyakini perempuan harus mandiri secara ekonomi agar keluarga tetap bisa bertahan dalam kondisi apa pun.

Meski sukses di dunia bisnis, dia tetap menekankan pentingnya etika dalam rumah tangga, yakni menjaga komunikasi dan izin suami. "Meskipun sudah berhasil, posisi kita tetap sebagai istri. Saya dan suami saling mendukung dan selalu berkomunikasi," ungkapnya.

Umi Farida mengajak seluruh perempuan untuk terus mengeksplorasi potensi diri tanpa harus terpaku pada pendidikan formal.

"Belajar itu tidak harus di bangku sekolah. Bisa dari pengalaman atau bertanya kepada yang lebih mengerti. Intinya jangan berhenti bergerak dan jangan takut berguru. Kalau ada kesempatan, ambil, karena belum tentu datang dua kali," pungkasnya.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
Umi Farida kartini masa kini sosok inspiratif