JP Radar Kediri - Peringatan Hari Kartini selalu memunculkan kisah-kisah inspiratif perempuan yang mampu mendobrak batasan. Salah satunya hadir dari industri travel haji dan umrah di Jawa Timur.
Hj Ana Prasetya Ningtyas atau yang akrab disapa Ning Tyas, membuktikan bahwa latar belakang santriwati dan peran sebagai perempuan bukanlah hambatan untuk memimpin perusahaan besar di sektor yang selama ini didominasi oleh kaum Adam.
Direktur sekaligus Owner Golden Lines Indonesia (GLI) ini berbagi perjalanan hidupnya. Lulusan Pondok Pesantren Lirboyo (Al-Mahrusiyah) tahun 2012 ini memilih jalan yang jarang diambil oleh rekan sejawatnya.
Baca Juga: Mengenal Habis Gelap Terbitlah Terang, Karya Inspiratif RA Kartini tentang Emansipasi Perempuan
Jika banyak lulusan pesantren fokus menjadi tenaga pendidik, Ning Tyas justru terjun ke dunia bisnis tour and travel sejak 2013.
Keputusan Ning Tyas mendirikan GLI pada tahun 2023 didasari oleh kegelisahan spiritualnya. Sebagai perempuan yang memahami hukum agama secara mendalam, dia melihat celah besar dalam aspek pendampingan ibadah.
"Saya ingin memberikan warna baru. Santri harus bisa menakhodai perusahaan travel. Fokus kami bukan sekadar memberangkatkan jemaah, tapi memastikan pendampingan syariatnya benar-benar terjaga, mulai dari niat miqat hingga menjaga ihram," ungkapnya.
Keberhasilannya juga terlihat dari ekspansi GLI yang kini memiliki enam cabang di berbagai kota seperti Jakarta, Surabaya, Lamongan, hingga Pasuruan.
Memahami psikologi jemaah perempuan dan lansia, Ning Tyas sangat menekankan aspek kenyamanan dan keamanan. Dia menyediakan layanan pendampingan full-service bagi jemaah yang mungkin tidak terbiasa menggunakan teknologi atau berangkat tanpa pendamping keluarga.
Tak hanya itu, semangat Kartini yang inklusif juga ditunjukkan melalui kemudahan akses finansial. GLI menawarkan program tabungan umrah berencana yang aman dan transparan, serta sistem dana talangan untuk membantu masyarakat yang ingin beribadah tanpa terhambat kendala biaya tunai saat ini.
"Moto kami adalah Umrah Nyaman, Pelayanan Terdepan," tegas Ning Tyas.
Dengan pilihan hotel yang hanya berjarak 100-150 meter dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, dia ingin memastikan setiap jemaah, terutama yang sudah sepuh, mendapatkan pengalaman ibadah yang maksimal tanpa kelelahan fisik yang berlebih.
Kisah Ning Tyas menjadi refleksi nyata semangat Kartini di masa kini. Dengan pendidikan yang kuat, seorang perempuan mampu menjadi pemimpin yang membawa manfaat luas bagi masyarakat, sekaligus menjaga nilai-nilai luhur yang diyakini.
*Info paket umroh & haji:*
Jl. Sultan Agung No.1 RT.002 RW.002 Kelurahan Setonopande, Kecamatan Kota, Kota Kediri
CP: 087856792153