Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sosok Kembar Salma–Salwa yang Tebar Manfaat dengan Banyak Talenta: Pesan sang Kakek, Bermanfaatlah bagi Orang Lain

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 19 April 2026 | 18:05 WIB
Si kembar Salma-Salwa yang penuh talenta
Si kembar Salma-Salwa yang penuh talenta

 
Jalan hidup si kembar ini bersumber satu kalimat sederhana. Dan, itu datang dari sang kakek, KH Bonadji. Pesannya, tebarlah manfaat bagi orang lain. Dari dunia tarik suara religi keduanya merambah dunia dakwah. Membuktikan bahwa menebar manfaat itu bisa dengan banyak cara.

Lahir di Kediri, 21 April 2005, Salma shafira Mustofa dan Salwa Shafira Mustofa, tumbuh di lingkungan yang lekat dengan nilai-nilai keagamaan.

Kakek mereka, KH Bonadji, dikenal sebagai tokoh masyarakat di wilayah Pare.

Sosok yang sudah almarhum itu kerap memberi nasihat tentang pentingnya hidup bermanfaat bagi sesama. Wejangan itu tertanam kuat sejak kecil.

Baca Juga: Mengenal Sosok Agnes Anggi Dwi Mareta, Peraih Gelar Best Motif 2 Putra Putri Batik Kabupaten Kediri 2025

“Jadi orang itu harus bisa bermanfaat bagi lainnya,” ucap Salma mengenang pesan kakeknya dulu.

“Percuma jadi orang kaya kalau tidak bermanfaat,” imbuh Salwa.

Wejangan sang kakek itulah yang selalu mereka ingat. Yang mereka jadikan penentu hidupnya.

Meski arah hidup mereka condong ke dakwah, langkah awal keduanya justru dimulai dari dunia seni. Khususnya tarik suara. yakni di genre religi.

Hal itu dipengaruhi sang ibu yang juga memiliki latar belakang sebagai penyanyi religi.

Sejak kecil, mereka sudah dilatih menyanyi. Kerap tampil di berbagai acara keagamaan di lingkungan desa.

Pengalaman pertama tampil di depan umum tidak selalu berjalan mulus. Rasa grogi dan gugup sempat menjadi tantangan, terutama saat tampil di hadapan orang-orang terdekat.

Namun, proses itu perlahan membentuk mental mereka hingga semakin percaya diri di atas panggung.


"Saat kecil itu sering diajak bunda untuk jadi singer religi di acara-acara desa,” jelas Salma, sang kakak.

Kemampuan tersebut semakin berkembang saat keduanya menempuh pendidikan di pondok pesantren Tambak Beras Jombang. Dimulai saat kelas VII di MTsN.

Baca Juga: Sosok Lupita Dewi Efendi, Influencer dan Entrepreneur Muda Asal Kota Kediri

Di lingkungan pondok, mereka mengikuti pembinaan ghina arrobi yang berfokus pada seni musik religi berbahasa Arab.

Dari sini, keduanya mulai aktif mengikuti berbagai kompetisi dan tampil di berbagai kesempatan.

Contohnya saat kelas IX, mereka menjadi wakil Jawa Timur dalam ajang nasional. Meski langkah ke tingkat nasional harus terhenti akibat pandemi.

Toh, pengalaman tersebut menjadi titik penting yang memperluas wawasan dan kepercayaan diri mereka.

Seiring waktu, arah pengembangan diri mereka mulai bergeser. Memasuki masa SMA hingga kuliah, Salma dan Salwa mulai menekuni dunia public speaking, presenter, hingga dakwah.

Mereka merasa kemampuan berbicara di depan publik bisa menjadi sarana untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan yang lebih luas.

“Saat di MAN itu mulai mengembangkan public speaking. Mulai ke arah dakwah,” jelas Salma lagi.

Kini, keduanya melanjutkan pendidikan di UIN Syekh Wasil Kediri. Di sela aktivitas sebagai mahasiswa, mereka aktif sebagai MC profesional, host, moderator, hingga pembicara di berbagai kegiatan.

 Keunikan sebagai MC kembar menjadi daya tarik tersendiri dan membuat mereka semakin dikenal.

Tak berhenti di situ, mereka juga mulai mengembangkan dakwah melalui berbagai platform.

Mulai dari konten media sosial, ceramah singkat, hingga lagu-lagu religi yang dikemas lebih modern.

Baca Juga: Mengenal Sosok Jeanette Claurence Jonathan, Galuh Berbakat Kota Kediri 2024

Bagi mereka, dakwah tidak harus selalu dilakukan di mimbar, tetapi bisa melalui cara-cara kreatif yang dekat dengan generasi muda.

Perjalanan dari singer ke dakwah bukanlah perubahan arah, melainkan proses yang saling melengkapi.

Seni menjadi pintu masuk, sementara dakwah menjadi tujuan utama. Dengan bekal pengalaman dan talenta yang dimiliki, keduanya ingin terus mengajak anak muda untuk lebih dekat dengan nilai-nilai agama.

Mereka percaya, selama ada niat dan usaha, setiap orang bisa berkontribusi sesuai caranya masing-masing.

 Dan bagi Salma serta Salwa, jalan itu adalah melalui suara, kata, dan aksi nyata untuk menebar manfaat.

“Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya,” pungkas mereka.

Editor : Andhika Attar Anindita
#sosok inspiratif #Gen Z #dakwah