Rosa Arianto adalah contoh anak muda yang cerdik menangkap peluang. Bakatnya yang tumbuh sejak kecil dia kembangkan hingga jadi jalan karirnya.
Menariknya, rutinitasnya di dunia modelling tak membuat ia abai dengan pendidikan. Bagi Rosa, panggung bukanlah sesuatu yang asing.
Sejak kecil, perempuan yang akrab disapa Oca itu sudah terbiasa tampil percaya diri di depan kamera. Bakat itu pula yang membuatnya memutuskan menggeluti dunia modelling sejak usia dini.
Hingga beranjak dewasa, modelling telah mengantarkannya menapaki berbagai pengalaman.
Mulai dari dunia pageant atau kontes kecantikan hingga prestasi akademik tingkat internasional. Perempuan kelahiran Kediri, 29 Agustus 2004 itu memang tumbuh sebagai anak yang percaya diri.
Saat masih duduk di taman kanak-kanak, Oca sudah sering mengikuti lomba fashion show dan berbagai event model cilik yang digelar di Kediri. Diakuinya, keberanian tampil di depan umum sudah muncul di dirinya sejak kecil.
Melihat potensi itu, orang tuanya pun mendorong Oca untuk mengembangkan dan menekuni bidang tersebut. Dari situ, kecintaannya terhadap dunia modelling semakin tumbuh.
“Dari kecil memang sudah pede di depan kamera. Nggak pernah malu atau nangis kalau ikut lomba. Orang tua juga melihat ada bakat, jadi diarahkan dan akhirnya aku juga senang menjalaninya,” ujar bungsu dari pasangan almarhum Teguh Aquariyanto dan Luluk Rosalina itu.
Pada 2018, Oca mulai serius menekuni dunia modelling. Dimulai dengan mengikuti ajang kontes kecantikan Duta Batik Kota Kediri.
Saat itu, dia masih duduk di bangku SMP. Meski mengaku minim pengalaman dan bersaing dengan peserta yang lebih senior, Oca tetap mencoba tampil maksimal.
Rasa tidak percaya diri sempat muncul selama masa karantina. Namun ia berusaha mengatasinya dengan menunjukkan kemampuan terbaik. Usahanya pun membuahkan hasil.
Dia dinobatkan sebagai pemenang Duta Batik Kota Kediri 2018. Sejak saat itu, karirnya di dunia modelling kian berkembang.
Berbagai tawaran pekerjaan pun berdatangan. Mulai dari muse merek atau brand, brand ambassador, hingga model untuk berbagai kegiatan promosi.
“Dari pekerjaan tersebut aku juga mulai mendapatkan penghasilan sendiri,” akunya. Menariknya, di tengah rutinitasnya sebagai model, tak membuat Oca mengabaikan pendidikan.
Saat ini, dia tengah menempuh pendidikan di Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya. Di tengah kesibukan kuliah, ia tetap aktif menjalani pekerjaan sebagai model, muse, brand ambassador, hingga usher.
Baca Juga: Cerita Metha Farhany, Wakil 1 Duta Putri Batik Kabupaten Kediri 2025 Melawan Rasa Gugup
Sehingga untuk kebutuhan sehari-harinya juga kini tak lagi bergantung pada orang tua. Seluruh biaya kuliah, kebutuhan kos, hingga pengeluaran pribadi kini ia tanggung sendiri dari hasil pekerjaannya.
Bahkan sesekali ia juga bisa membantu orang tua di rumah. “Sekarang alhamdulillah bisa memenuhi kebutuhan sendiri. Mulai dari UKT, kos, sampai kebutuhan sehari-hari semuanya dari hasil kerja. Bahkan kadang juga bisa memberi ke orang tua,” katanya dengan bangga.
Di sisi lain, prestasi akademiknya juga tidak kalah menonjol. Oca pernah menjadi runner up Duta Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR pada 2022.
Selain itu, dia juga terpilih mengikuti program International Student Assimilation di Johor, Malaysia, pada 2023.
Program tersebut merupakan kegiatan pertukaran pelajar yang memberikan kesempatan mahasiswa merasakan proses belajar di luar negeri.
Pengalaman itu kemudian berlanjut dengan keterlibatannya dalam program riset kolaborasi internasional pada 2024 dan 2025.
Melalui program tersebut, Oca ikut terlibat dalam kegiatan penelitian bersama mahasiswa dari berbagai negara.
Ia bahkan menjadi satu-satunya peserta yang terpilih dari program tersebut pada tahun 2025. Meski aktif di berbagai bidang, pemuda yang punya hobi memasak ini tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama.
“Ke depan cita-citaku ingin menjadi entrepreneur yang mampu mengembangkan usaha sendiri," tandas perempuan 21 tahun itu.
Baginya, memiliki banyak bakat adalah kesempatan untuk terus berkembang. Dunia modelling, pageant, dan akademik bisa berjalan berdampingan selama dijalani dengan disiplin dan komitmen.
Editor : Andhika Attar Anindita