Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Cerita Metha Farhany, Wakil 1 Duta Putri Batik Kabupaten Kediri 2025 Melawan Rasa Gugup

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 22 Februari 2026 | 15:21 WIB

Metha Farhany.
Metha Farhany.

Rasa canggung, tangan gemetar, hingga pikiran yang mendadak kosong (blank) pernah menjadi “teman akrab” Metha Farhany Kusuma setiap kali harus berbicara di depan umum.

Dara yang akrab disapa Metha ini mengaku memiliki kepribadian yang sangat introvert sejak kecil.

Namun siapa sangka, gadis berusia 18 tahun tersebut kini justru bersinar di panggung pageant dan menyabet gelar Wakil 1 Duta Putri Batik Kabupaten Kediri 2025.

Bagi gadis kelahiran 21 Agustus 2007 ini, keberanian bukanlah sesuatu yang datang tiba-tiba, melainkan otot yang harus dilatih.

Ketertarikannya pada dunia kecantikan dan fashion sebenarnya sudah muncul sejak ia menempuh pendidikan di SMPN 1 Semen.

Namun saat itu, Metha merasa langkahnya buntu karena minimnya arahan dan relasi di bidang modeling.

Titik balik mulai terlihat saat ia duduk di bangku SMAN 1 Mojo. Warga Dusun Klodran, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen ini mulai "keluar dari cangkang" dengan aktif berorganisasi.

Ia bergabung dengan Paskibra hingga ekstrakurikuler tari. Lewat menari, ia mulai bersahabat dengan tata rias dan panggung.

“Awalnya hanya ingin mengembangkan diri dan tahu lebih dalam soal tata rias. Tapi tantangan terbesarnya tetap rasa percaya diri. Dulu setiap presentasi di kelas saja tangan saya tremor (gemetar), bahkan sering ngeblank karena minder,” ujar siswi kelas XII tersebut mengenang masa sulitnya.

Dorongan kuat dari orang tua, Hendrik Purwantoro dan Nining Rahayu, menjadi bahan bakar utama Metha untuk mencoba ajang internal sekolah, Kangmas Mbakyu SMAN 1 Mojo.

Meski sempat gemetar saat sesi wawancara terbuka, ia berhasil meraih juara ketiga. Pencapaian itu menjadi bukti nyata bagi dirinya sendiri bahwa seorang introvert bisa sukses di bidang yang sangat menonjolkan kemampuan komunikasi.

Berbekal pengalaman tersebut, atas saran gurunya, Metha memberanikan diri mendaftar di ajang Putra Putri Batik Kabupaten Kediri.

Ia berlatih ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan dari peserta lain yang dianggapnya lebih matang.

Ketekunan itu membuahkan hasil manis. Meski sempat pesimis usai sesi tanya jawab di babak grand final, dewan juri justru melihat potensi besarnya.

Metha dinobatkan sebagai Juara 2 atau Wakil 1 Duta Putri Batik Kabupaten Kediri 2025. Selain mahkota, ia kini mendapatkan aset paling berharga. Yakni kemampuan public speaking dan kepercayaan diri yang mumpuni.

“Beranikan diri untuk memperbaiki diri, meskipun dimulai dengan langkah kecil,” pesan anak kedua dari tiga bersaudara ini.

Bagi Metha, jika ia tidak nekat melawan rasa takutnya hari itu, ia tidak akan pernah tahu seberapa jauh ia mampu melangkah hari ini. 

Editor : Andhika Attar Anindita
#Putri Batik #Cerita #gugup #fashion #modelling