Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Di Balik Keterbatasan, Alounarelia Rasiya Wardhani Simpan Segudang Prestasi Mengejutkan

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 28 Januari 2026 | 05:02 WIB
(Foto :  Asad MS)
(Foto : Asad MS)

KEDIRI, JP Radar Kediri- Keterbatasan fisik tak menjadi penghalang untuk melangkah. Adalah Alounarelia Rasiya Wardhani, remaja asal Kota Kediri yang mampu menyeimbangkan prestasi akademik dengan kiprah di dunia modeling.

Di tengah prestasinya yang gemilang, remaja 16 tahun itu sedang melawan penyakit skoliosis. 

Alounarelia -atau akrab disapa Louna- merupakan putri pertama dari dua bersaudara pasangan Fachruddin Wardhana dan Purbaningrum Puspitasari.

Sejak di bangku sekolah dasar, Louna dikenal sebagai pelajar berprestasi. Catatan akademiknya konsisten.

Dari SD hingga SMA, ia selalu masuk tiga besar di kelas. Padahal remaja kelahiran 2010 itu aktif mengikuti berbagai kegiatan di luar sekolah.

Tidak hanya jago kandang, dia juga aktif ikut olimpiade. 

Hasilnya, dia meraih medali emas Olimpiade Bahasa Indonesia tingkat nasional 2023. Medali perunggu Olimpiade IPS tingkat nasional 2023.

Medali perunggu Olimpiade IPA tingkat nasional 2024. Serta juara 1 Olimpiade IPS tingkat Provinsi Jawa Timur 2024.

Di luar akademik, kemampuan public speaking Louna menonjol.

Saat SMP kelas 2, ia dipercaya menjadi sekretaris OSIS dan kerap dipercaya menjadi MC dan perwakilan sekolah dalam berbagai kegiatan. 

Perpaduan prestasi akademik dan kemampuan komunikasi inilah yang membuat pihak sekolah sempat menunjuknya untuk mengikuti ajang Duta Genre Kota Kediri.

Baca Juga: Cerita Kaka Aditya yang Ingin Go Internasional lewat Senam Artistik

Namun, karena usianya belum mencukupi, kesempatan tersebut belum bisa direalisasikan.

“Sesuai persyaratan belum cukup umur. Jadi gak ikut dulu. Tapi masih terus memantau,” jelas gadis 15 tahun itu.

Ketertarikan Louna pada dunia modeling sebenarnya telah tumbuh sejak kecil.

Bahkan pada usia tiga tahun, ia pernah lolos seleksi model iklan susu dan berpeluang dikirim ke Jakarta. Namun, orang tua memilih menahan langkah tersebut.

Meski begitu, darah modeling dari sang ibu—yang juga aktif sebagai model semasa SMA dan kuliah—seolah menurun.

Ketertarikan itu kembali muncul kuat saat Louna duduk di bangku SMP. Ia kerap mengikuti fashion show tingkat sekolah dan berhasil meraih sejumlah gelar juara.

“Darah lebih kental dari air. Bakat mama di model memang menurun,” akunya sembari bercanda.

Keseriusannya diuji ketika ia mulai memberanikan diri mengikuti ajang duta. Pada 2025, Louna mencoba peruntungan di Duta Ningrat Prasojo.

Dengan bekal tekad dan dukungan penuh keluarga, ia mengikuti berbagai latihan, mulai dari catwalk, pengaturan tempo langkah, hingga penguatan literasi dan pemahaman media sosial.

Bahkan, latihan ramp walk kerap ia lakukan di depan keluarga sendiri.

“Bekalnya? Bekal tekad,” ungkap Louna sambil dilanjut tertawa.

Perjalanan itu tak selalu mulus. Di ajang tersebut, ia harus berhadapan dengan peserta yang mayoritas berlatar belakang model profesional.

Rasa pesimis sempat menghampiri, terlebih saat ia hanya meraih predikat Best Performance. Namun hasil itu justru menjadi pemantik semangat. Tidak membuatnya down.

“Justru bikin semakin penasaran,” aku gadis asal Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota itu.

Tak lama berselang, ia kembali mencoba di ajang Duta Batik Kota Kediri 2025 dan berhasil meraih posisi Wakil II.

Di balik kepercayaan diri di atas panggung, Louna menyimpan tantangan besar. Ia

didiagnosis mengalami skoliosis yang membuat postur tubuhnya tidak sepenuhnya sejajar.

Bahunya tampak tidak simetris, hingga akhirnya menjalani pemeriksaan medis dan terapi rutin yang masih berlangsung hingga kini.

Kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah. Justru sebaliknya, menjadi bukti bahwa mimpi tidak bisa dibatasi oleh kondisi fisik.

“Gak bikin down. Justru jadi penyemangat,” tutur gadis yang juga berprestasi di bidang tarik suara itu.

Kini, Louna terus menjaga keseimbangan antara akademik dan nonakademik.

Di sela kesibukan belajar, ia rutin berlatih menyanyi bersama grup band tempatnya menjadi vokalis, mengasah public speaking, mendalami dunia modeling, hingga mempelajari tren make up dan catwalk.

Ke depan, ia bercita-cita untuk meneruskan hobinya di dunia model dan untuk ikut pageant.

Perjalanan Alounarelia Rasiya Wardhani menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

Dengan tekad, disiplin, dan dukungan keluarga, ia melangkah mantap. Menjadi inspirasi bagi banyak perempuan muda untuk berani melawan batas dan percaya pada potensi diri.

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

Editor : rekian
#catwalk #sosok inspiratif #prestasi #remaja #kota kediri