Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenal Shoffia Chandra Dewi, Duta Kampus Putri Universitas Kadiri 2025

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 3 Januari 2026 | 17:09 WIB

 

Shoffia Chandra Dewi, Duta Kampus Putri Universitas Kadiri 2025
Shoffia Chandra Dewi, Duta Kampus Putri Universitas Kadiri 2025

Menjadi seorang duta di kampusnya tak hanya sebagai ajang mencari pengalaman semata. Ada misi mulia yang dia bawa.

Dara asal Mojoroto ini ingin tunjukkan bahwa anak muda bisa menyeimbangkan antara bekerja-kuliah-prestasi.

Shoffia Chandra Dewi punya segudang kesibukan. Tak hanya berkuliah di Universitas Kadiri (Unik). Dia juga sibuk bekerja. Walau demikian, dia juga bisa meraih prestasi. Yakni menjadi Duta Kampus, Putri Unik 2025.

Gadis yang akrab disapa Shoffi itu sudah berkecimpung di dunia kerja sejak duduk di bangku SMA. Di sela-sela menempuh pendidikan di SMAN 1 Kediri, dia rajin membantu sang orang tua.

“Orang tua distributor sayur. Orang tua sering pulang pergi karena kirim sayur ke luar daerah. Jadi saya harus jaga di gudang. Semisal ada cabai dateng, sayur dateng, saya di rumah untuk ngurusi itu,” jelas putri dari pasangan Heru Prayoga dan Ninik Mariyani itu.

Walau demikian, di sela-sela membantu orang tuanya itu, dia tidak meninggalkan sekolah. Shoffi tetap belajar dengan rajin. “Kebetulan saat itu covid. Jadi bisa sambil bantu-batnu,” aku gadis kelahiran 2004 itu.

Kebiasaan itu berlanjut sampai duduk di bangku kuliah S1 Manajemen di Unik sekarang ini. Selain itu, dia juga sibuk menjadi tutor bahasa Inggris di SMA 3 dan 8. Mengajar setiap Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu.

Tentu aktifitasnya sangat padat. Namun itu bukan masalah. Justru Shoffi suka hal yang produktif. “Agar semua bisa berjalan, tentu harus pintar memanage waktu,” jelasnya.

Aktivitasnya padat. Mulai dari membantu orang tua hingga mengajar bahasa Inggris. Namun dia tidak serta merta melupakan kuliahnya. Bahkan, di kampusnya dia bisa menjadi seorang duta.

Hal itu mulanya ketika ada sang teman yang menyarankan untuk ikut. Menurut teman-temannya, Shoffi dinilai berpotensi. Kebetulan persyaratannya adalah bisa berbahasa Inggris. Satu sisi, dara 21 tahun itu juga jago.

“Saya juga terisnpirasi teman-teman saya yang jadi duta di kampus lain,” aku gadis asal Mojoroto ini.

Selain itu, Shoffi mengaku merasa terpanggil. Sebab, latar belakangnya sesuai dengan visi misi kampus. Yakni Mewujudkan Kampus Interpreneur.

“Karena bisa bekerja dan kuliah. Berarti saya cocok dengan itu,” anak bungsu dari empat bersaudara.

Satu sisi, dia juga punya misi. Shoffi ingin menunjukkan pada anak muda. Bahwa menempuh pendidikan itu juga bisa disambi dengan bekerja. Tidak hanya sekedar untuk mencari cuan saja. Melainkan juga untuk belajar dan menambah pengalaman. Sehingga ketika lulus dari perguruan tinggi tidak kaget.

“Ingin ngasih tahu kerja itu gapapa banget, bisa nambah ilmu, pengalaman, juga pendapatan. Bekerja sambil kuliah itu tidak memalukan,” akunya.

Bermodalkan public speaking dan jago bahasa Inggris, dia ikut ajang tersebut. Shoffi pun berhasil menjadi juara satu.

“Ingin mengembangkan usaha orang tua agar lebih luas jangkauannya. Selain itu ingin menggandeng dan memaksimalkan petani lokal khususnya daerah Kediri.

Serta ingin menjadi inspirasi untuk generasi muda untuk mandiri dan mencari pengalaman walaupun sedang berkuliah,” aku Shoffi.

Editor : Andhika Attar Anindita
#Duta Kampus #Universitas Kadiri #Sosok