Pendekatan Keibuan: Kunci Dr. Jesicha dalam Merehabilitasi Korban Narkotika
Berkomunikasi dengan pecandu narkotika bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Diperlukan pendekatan khusus agar komunikasi dapat berjalan secara maksimal. Dr Jesicha Yeny Susanty SH, MH, CLA, Kepala Institusi Penerima Wajib Lapor - Eklesia Kediri Foundation (IPWL-EKF), punya triknya.
“Pendekatan sebagai sosok Ibu, menjadi kunci utama saya dalam membantu menyembuhkan korban penyalahgunaan narkoba dalam rehabilitasi," kata Jesicha.
Ya, sejak 26 tahun yang lalu, Jesicha telah bertekad untuk membantu generasi muda yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika. "Tepatnya sejak tahun 1999 sampai sekarang, saya aktif memberi sosialisasi dan merehabilitasi para korban penyalahguna narkotika," tuturnya.
Jesicha mengungkapkan bahwa dalam merehabilitasi korban penyalahguna narkotika, dibutuhkan proses pendekatan yang intensif dan penuh perhatian. Sebab, menurutnya, anak-anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika ini sering kali berawal dari kurangnya perhatian di lingkungan keluarga.
Baca Juga: Mengenal Jenar Ayu Aldesta Persada, Duta Wisata Panji Galuh Kota Kediri 2024
Keluarga, menurut Jesicha, memegang peranan utama dalam mencegah perilaku penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika. Karena, keluarga adalah sekolah pertama bagi setiap individu untuk belajar tentang kehidupan. "Bagaimana individu mengambil keputusan, karakter, dan kepribadiannya sangat dipengaruhi oleh interaksi dalam keluarga," paparnya.
Menurut Jesicha, seorang ibu memiliki peranan yang sangat penting. Utamanya dalam mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba oleh anak, suami, atau anggota keluarga lainnya. "Maka dalam merehabilitasi korban penyalahguna narkotika ini, saya betul-betul menggunakan naluri keibuan yang saya miliki," tuturnya.
Sebagai Kepala IPWL-EKF, Jesicha kini memiliki program unggulan bertajuk Generasi Muda Bersih Narkotika (Bersinar). Program ini sudah menjadi program unggulan di kelurahan tempat kantor IPWL-EKF berdiri saat ini, yaitu Ngronggo Bersinar.
Tepat di Hari Ibu, 22 Desember ini, sebagai sosok ibu yang peduli pada Generasi Muda Bersinar, Jesicha mengajak para generasi muda untuk terus waspada dan jangan sampai terjerumus ke dalam dunia gelap narkotika.
Baca Juga: Sosok Kepala SMAN 1 Ngadiluwih Kediri, Tanamkan Karakter Juara SMANGAD
Namun, bagi siapapun yang terlanjur terjerumus menjadi korban penyalahgunaan narkotika, Jesicha mengatakan bahwa Anda bisa langsung menghubungi call center IPWL-EKF. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan perawatan rehabilitasi yang tepat.
"Karena korban penyalahguna narkotika bukan untuk dipenjara, tetapi untuk direhabilitasi," pungkasnya.
Editor : Shinta Nurma Ababil