JP Radadr Kediri - Hj Supiyani menjadi salah satu ibu sukses di Kota Kediri. Perempuan berusia 73 tahun ini sukses membesarkan dan mendidik keempat buah hatinya hingga menjadi orang sukses.
Istimewanya, meski dia tidak tamat SMP dan Almarhum H. Slamet, suaminya hanya lulusan SMP tetapi keempat anaknya berpendidikan tinggi. Mereka juga memiliki karir yang cemerlang.
“Harus berpendidikan, ilmu akan meningkatkan derajatmu. Laki-laki atau perempuan harus bekerja,” ujar Hj Supiyani.
Itulah nasihat yang terpatri di dada keempat anak pasangan Alm. H. Slamet dan Hj Supiyani. Meski Supiyani tidak lulus SMP dan suaminya hanya lulusan SMP tetapi mereka tidak ingin anak-anaknya mengesampingkan pendidikan. Justru, pasangan suami istri (pasutri) ini sangat peduli Pendidikan. Semua buah hatinya harus mengenyam pendidikan tinggi. Mereka juga mewajibkan anak laki-laki dan perempuan untuk bekerja. Tidak boleh hanya bermalas-malasan.
Baca Juga: Mengenal Jenar Ayu Aldesta Persada, Duta Wisata Panji Galuh Kota Kediri 2024
Hasilnya? Anak pertama yang bernama H. Didik Hermawanto memiliki gelar sarjana hukum (SH). Sehingga, saat ini, Didik menjadi Humas di Polres Kediri Kota. Kemudian, anak kedua memiliki karir mentereng. Saat ini, H. Joni Widodo berpangkat Kombes Pol. Mantan Kapolres Jembrana, Kapolres Gianyar, Wadirlantas Bali, dan Dirlantas Polda NTB ini menjadi Anjak Korlantas Polri dalam rangka Pendidikan Sespimti.
Kemudian, anak ketiga yaitu Dr Hj. Emi Puasa Handayani, SH, MH menjadi advokat andal. BuDe Emi-panggilan akrab Emi Puasa Handayani ini pernah menjadi Dekan Fakultas Hukum Uniska selama dua periode dan saat ini masih aktif menjadi dosen. Kemudian, menjadi pengurus FKUB Kota Kediri.
Lalu, anak bungsu pasangan H. Slamet dan Hj Supiyani yaitu Hj. Eni Lestari, SE, dan SH juga menggeluti dunia advokat. Selain itu, Eni juga berwiraswasta. Kemungkinan besar darah berwiraswasta ini mewarisi darah Hj Supiyani. Karena saat muda dan membesarkan buah hatinya, perempuan berusia 73 tahun ini menjadi pedagang di Pasar Ngaglik. “Laris saat itu dagangannya,” ujar Hj Supiyani.
Sedangkan, Slamet saat itu menjadi perangkat desa dan petani. Kerja keras pasutri ini tidak lain untuk membuat keempat buah hatinya bisa mengenyam pendidikan tinggi. Karena mereka ingin melihat keempat anaknya menjadi sarjana dan memiliki karir yang cemerlang.
Aku Berpikir Maka Aku Ada
Nasihat Hj Supiyani agar Emi dan saudaranya mengutamakan pendidikan membuat Emi Puasa Handayani bersama kakak dan adiknya tidak ada yang putus sekolah.
Mereka memutuskan kuliah setelah lulus SMA. Bahkan, Emi yang sudah menjadi dosen dan advokat dengan pendidikan S2 memilih melanjutkan S3 bersama Zainal Arifin, suaminya. Sehingga, pasangan suami istri (pasutri) ini meraih gelar Doktor (Dr) bersamaan di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (UB).
Istimewanya, setelah Dr Hj Emi Puasa Handayani, SH, MH mengemban amanah menjadi Dekan Fakultas Hukum Uniska selama dua periode, Dr Zainal Arifin, SS, SH, MPdI, MH yang melanjutkannya. Tongkat estafet Dekan Fakultas Hukum Uniska ini saat ini dipegang Zainal.
Bagi Emi dan Zainal, pendidikan itu sangat penting. Dengan kuliah dan mengajar, mereka akan terus berpikir. “Aku berpikir maka aku ada,” ujar Emi menirukan ucapan Filsuf Prancis Rene Descartes.
Menurut Emi, dengan tetap aktif menjadi dosen, advokat, dan berorganisasi membuatnya merasa bisa dekat dengan sang ibu. Karena semangat untuk terus belajar akan muncul. Untuk itu, dalam setiap kesempatan, dia selalu mengajak ibu menghadiri undangan-undangan.
Apalagi, hobi Emi dengan Hj Supiyani juga hampir sama. Yaitu, traveling, olahraga, dan membaca. "Saat ibu tersenyum melihatku, saya selalu merasakan Allah SWT sedang tersenyum kepadaku," ujarnya.
Editor : Shinta Nurma Ababil