Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenal Jenar Ayu Aldesta Persada, Duta Wisata Panji Galuh Kota Kediri 2024

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 21 Desember 2025 | 18:24 WIB
Jenar Ayu
Jenar Ayu

Siapa sangka prestasinya di dunia pageant itu hasil dari otodidak. Berkat tekad kuatnya, Jenar Ayu Aldesta Persada berhasil mendapatkan berbagai prestasi di dunia perdutaan.

Jena, panggilan akrab Jenar Ayu Aldesta Persada awalnya tidak punya bekal di dunia pageant. Bahkan, dia terbilang masih baru di dunia perdutaan.

Dia baru mengenal ajang kecantikan saat duduk di bangku putih abu-abu di SMAN 3 Kota Kediri. “Awalnya gak tahu sama sekali. Baru tahu duta-duta itu saat kelas X,” jelas gadis kelahiran 2006 itu.

Saat itu, di sekolahnya ada ajang duta sekolah. Setiap kelas diwajibkan untuk mengirimkan perwakilan.

Di kelasnya, Jena memiliki postur tinggi. Alhasil, dia diminta oleh kawan-kawannya untuk mewakili. “Aku padahal belum tahu apa-apa soal duta. Tapi dipercaya teman karena tinggi,” candanya.

Mau tidak mau Jena harus berusaha. Dia belajar dari nol. Melakukan semuanya secara otodidak. Referensinya berasal dari TikTok. Dengan melihat model-model profesional. Dia belajar dengan menirukannya.

Caranya, dengan melakukan ramp walk kemudian divideo. Hasil rekamannya itu, dia tonton untuk membandingkannya dengan model profesional.

Hal itu dilakukan berulang untuk memantapkan hasilnya. Selain itu, dia juga memperdalam keilmuannya.

“Nyoba-nyoba sendiri belajar sendiri. Sampai FYP di beranda itu isinya soal model doang,” aku putri dari pasangan Fredi Agusta dan Muji Rahayu itu.

Untungnya, saat SMP dia aktif ikut beragam organisasi. Seperti OSIS dan pramuka. Sehingga, mentalnya sudah kuat.

Walau demikian, dia tidak berekspektasi tinggi. Berkat tekad dan kerja kerasnya, Jena berhasil meraih kemenangan. “Gak menyangka,” aku anak kedua dari tiga bersaudara itu.

Kemenangan itu, membuatnya tertarik dengan dunia pageant. Ketika ada event duta remaja anti narkotika 2023, dia juga mencobanya.

Namun, karena baru kali pertamanya ikut event di luar sekolah membuatnya tidak percaya diri. Terlebih, banyak pesaing yang lebih berpengalaman.

“Apalagi ada kakak kelas saat SMP. Dia dulu menonjol ikut banyak organisasi. Pasti pengalamannya banyak,” kenangnya.

Namun, berkat tekadnya, dia pun berhasil. Tentu saja hal itu membuatnya semakin bersemangat. Untuk meraih banyak prestasi lagi. Dia pun mencoba ajang yang lebih bergengsi. Yakni Duta Wisata Panji Galuh Kota Kediri 2024.

Seperti sebelumnya, rasa pesimis membayanginya. Namun dia berusaha menguatkan hati dan mentalnya. Jena pun berusaha sekuat tenaga.

“Kerja keras banget. Karena memang gak punya pengalaman apa-apa,” aku mahasiswi jurusan psikologi di Unesa itu.

Berkat jerih payahnya, dia kembali menyabet juara. Walau tidak menjadi pemenang pertama. Dia berhasil menjadi Wakil 1 Duta Wisata Panji Galuh Kota Kediri 2024.

“Ini juga gak nyangka. Karena berbekal pengalaman segitu aja. saingannya juga banyak pengalaman,” akunya.

Dari situ, dia ingin mendapatkan pengalaman lebih. Setelah Panji Galuh, dia mencoba ikut ajang Putra Putri Batik Nusantara 2024.

Saingannya antarprovinsi. Namun, dia pun harus menerima kekalahan. Mimpinya terhenti di semi final.

Saat di kampusnya, dia juga berhasil menyabet banyak penghargaan. Seperti juara 3 Putra Putri Unesa 2025 serta juara 1 Putri Fakultas Psikologi 2025.

Ke depan, dia mengaku ingin terus bergelut di dunia pageant. Terlebih untuk mengejar pencapaiannya yang sempat pupus saat di ajang Putra Putri Batik Nusantara.

“Coba berani dulu, dari pada takut dan gak dapat apa-apa. Asalkan dilakukan dengan niat dan kerja keras, hasilnya tidak akan menghianati,” pesannya. (muhamad asad muhamiyus sidqi/tar)

Editor : Andhika Attar Anindita
#pageant #modelling