KEDIRI, JP Radar Kediri - AKP Laksono Setiawan punya cerita menarik di balik seragamnya. Setiap karir yang ditempuh memiliki pengalaman tersendiri yang tak bisa dilupakan. Menurutnya, pengalaman yang paling berkesan adalah ketika berhubungan dengan nyawa. Yaitu saat bertugas menjadi prajurit saat konflik Aceh dan Poso.
“Itu sangat berkesan bagi saya. Bahkan kalau angkat senjata masih sekarang tetap ingat,” ujar lelaki yang akrab disapa Laksono itu. Berkarir di dunia kepolisian memang menjadi cita-citanya sejak kecil. Sebab latar belakang keluarganya pun juga berprofesi sebagai polisi.
Namun cita-citanya itu tidak diperoleh secara instan. Terlebih dia berasal dari daerah. Yaitu Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. Tentu membutuhkan perjuangan ekstra untuk bisa menempuh pendidikan menjadi polisi.
Baca Juga: Mengenal Sosok Kasat Intelkam Polres Kediri Kota, Jadi Polisi karena Kena Tilang
“Sejak SD sampai SMA saya di Nganjuk. Baru melanjutkan S1 di Jakarta karena penempatan pertama di sana. Kemudian S2-nya ambil di Kediri,” terangnya sembari menyebut jika S1 dan S2 mengambil program studi Hukum.
Selama bertugas menjadi polisi, dia juga pernah mendapat tugas belajar ke Luar Negeri sebanyak dua kali. Yakni di Warsawa Polandia Tahun 2003. Serta Chicago Minomine USA Tahun 2005.
“Masa dinas saya 29 tahun. Bertugas dari Aceh, Poso, Papua, Makassar, Palembang, dan Kalimantan sudah semua,” papar bapak dua anak itu.
Sebelumnya, Laksono pernah menjabat Kanit Patroli Satlantas Polres Kediri Kota serta KBO Satlantas Polres Kediri Kota. Tak hanya itu, dia juga memiliki riwayat menjadi Kanit 1 Satreskrim Polres Nganjuk, Kanit 1 Satreskrim Polsek Warujayeng, Kapolsek Loceret hingga Kasat Intelkam Polres Nganjuk.
Oleh karenanya, karakteristik masyarakat maupun wilayah Kota Kediri sudah tidak asing baginya. Sebab penugasan yang ditempuh mayoritas berada di wilayah Kediri dan sekitarnya. “Wilayah Kota Kediri ini situasi Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat, red) sudah baik. Akan kami upayakan agar tetap kondusif,” janjinya.
Tak hanya itu, Kota Kediri dinilai lebih semarak dalam perdagangan dan rutinitas masyarakat. Sehingga ini menjadi fokus utama. “Termasuk terkait perguruan silat, meskipun Kota Kediri hanya sebagai perlintasan dari berbagai wilayah. Tetap perlu menjadi perhatian,” pungkasnya.
Editor : rekian