Syarla -sapaan akrab Syarla Nur Aliza, sudah aktif sejak belia. Dara 22 tahun itu seperti tidak bisa diam. Ketika di bangku madrasah tsanawiyah di Kota Kediri, dia sudah mulai menjadi seorang konten kreator.
Bidang yang ditekuninya adalah kecantikan. Ketika itu, dia sudah diminta untuk mempromosikan beberapa brand kecantikan. “Waktu itu (MTs, Red), sudah mulai endorse brand kecantikan,” kenang gadis kelahiran 2003 itu.
Berkat kepiawaiannya endorse brand kecantikan, Syarla sudah mampu meraup cuan sendiri. Selain bisa untuk uang jajan, dia juga bisa menabung dari keringat sendiri.
Begitu melanjutkan pendidikan ke madrasah aliah di Kota Kediri, pengalamannya menjadi mempromosikan brand kecantikan saat tsanawiyah membuatnya kembali dilirik madrasahnya untuk ikut seleksi menjadi model katalog sekolah.
Dari beberapa siswa yang ikut seleksi, Syarla dipilih untuk jadi model katalog.
“Alhamdulillah rezekinya saya,” ucapnya penuh syukur.
Semenjak itu, selain jadi model katalog di madrasah, dia juga dikontrak untuk katalog baju.
Permintaan pun semakin ramai hingga membuatnya aktif sebagai model.
Berikutnya, pada 2021, berbekal pengalamannya jadi model katalog, waka kesiswaan di madrasah kembali memilih Syarla untuk ikut seleksi duta anak.
Ada beberapa siswa yang diseleksi, Syarla kembali yang terpilih. Dia pun menjadi perwakilan sekolah untuk mengikuti duta anak yang diadakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri.
Dia lantas bergabung dengan forum anak Kota Kediri. “Semua kegiatan itu membuat saya semakin tertarik di dunia pageant,” jelas gadis asal Mojoroto itu.
Tidak berhenti di situ, dia juga pernah ikut Pemuda Hits Kota Kediri ke 8 with KNPI Kota Kediri. Setelah melanjutkan ke perguruan tinggi, Syarla lebih memilih fokus menjadi content creator.
Syarla berhasil mengembangkan branding dirinya sebagai influencer. Bahkan dia juga dipilih menjadi influencer Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri.
“Tugasnya untuk membranding UNP. Mulai masuk kuliah sampai sekarang,” jelas mahasiswa semester akhir itu.
Ketika menjadi influencer, Syarla berpegang teguh untuk mengajak anak-anak muda untuk melakukan hal positif. Utamanya membuat konten-konten untuk anak muda. Setidaknya bisa menjadi lebih produktif.
“Banyak yang tanya, bagaimana cara dapat penghasilan dari TikTok. Jadi saya menginfluence itu,” akunya.
Dari menjadi konten kreator itu, banyak brand yang minta dirinya endorse produk. Membuat pemasukannya semakin membengkak.
“Alhamdulillah sekarang kuliah juga pakai biaya sendiri,” jelas anak pertama dari empat bersaudara itu.
Selain aktif membuat konten dan kuliah, dia juga membuka usaha. Syarla membuat brand fashion sendiri.
Dia punya empat karyawan. Selain bisa dapat penghasilan untuk diri sendiri, dia juga bisa membantu temannya.
"Dikerjakan dulu aja. Kalau tidak mencoba, kita gak akan tahu,” pesannya pada anak muda.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian