Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenal Salma Haniyyah, Calon Dokter Gigi dan Runner Up 3 Duta Kampus Universitas Kadiri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 8 November 2025 | 23:45 WIB
Salma Haniyyah.
Salma Haniyyah.

Meneruskan studinya untuk menjadi seorang dokter gigi bukanlah cita-citanya dari kecil. Apalagi berkuliah di Kediri.

Gadis yang akrab disapa Salma ini sejatinya punya mimpi lainnya. Yaitu menjadi seorang polisi wanita (polwan).

Sayang, keinginannya itu belum tercapai. Sehingga membuatnya banting setir ingin menjadi dentist.

Alumnus SMAN Muara Kulam, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan ini jatuh cinta dengan dunia kepolisian.

Tak ayal, saat lulus sekolah ingin menjadi seorang polwan. Karenanya, dia fokus untuk mempersiapkan diri agar menjadi bagian dari korps Bhayangkara.

“Jadi untuk ikut ujian masuk perguruan tinggi tidak terlalu fokus. Lebih fokus ke seleksi polwannya,” aku gadis kelahiran 2006 ini.

Serangkaian seleksi dilalui dengan semangat tinggi. Sayangnya dia harus gagal. Di tahap akhir, dia dinyatakan tidak lolos.

“Kalah di ranking,” aku dara kelahiran Lubuk Linggau Sumatera Selatan ini. Namun hal itu tidak lantas membuatnya putus asa.

Dia memilih untuk menatap masa depan dengan positif. Hingga akhirnya, Salma dan orang tuanya mengetahui Universitas Kadiri (Unik) ada jurusan kedokteran gigi.

“Orang tua taunya dari Facebook,” aku putri dari Elvis Chandra dan Toyyiba Oktoria itu. Salma pun mengambil kesempatan.

Dia mempertimbangkan peluang bisa masuk. Akhirnya, Salma nekat memutuskan untuk merantau. Dia mantap melanjutkan studi di Kediri.

Walau belum pernah merantau sama sekali, dia membulatkan tekad. Bukan tanpa alasan. Yang pertama, dia ingin keluar dari zona nyaman.

Selain itu, dia juga ingin membuktikan bahwa jarak bukanlah penghalang untuk dapat meraih cita-cita.

Salma mengaku ingin mendapatkan banyak pengalaman. Ilmu yang didapat dari kampus akan menjadi bekalnya di masa depan.

Ketika pulang ke kampung halaman, dia mengaku ingin membuka praktik dokter gigi di rumahnya.

“Karena memang kebetulan di kampung halaman masih sedikit. Nantinya ingin pulang dan mengabdi di kampung halaman,” tegas dara rupawan ini.

 

Tentu sebagai orang yang baru merantau, ada culture shock yang dirasakannya. Menurutnya, Kediri berbeda dari yang dia bayangkan sebelumnya.

Banyak orang yang ramah dan baik padanya. Tak sedikit pula yang mendukungnya. Hal itu membuatnya merasa nyaman dan betah di Kota Tahu.

“Sempat kaget ternyata biaya hidupnya sangat terjangkau. Seperti ayam geprek saja dengan harga Rp 6 ribu bisa dapat. Kalau di Sana minimal Rp 12 ribu,” akunya heran.

Di Kediri, dia tidak hanya fokus untuk studi saja. Salma juga ingin mendambah banyak wawasan dan pengalaman.

 

Lebih dari itu, dia juga ingin bisa bermanfaat bagi banyak orang. Alhasil, dia memutuskan mencoba ikut duta kampus. Meski belum punya pengalaman sama, dia nekat untuk mencoba.

“Walau sempat insecure, karena nol pengalaman. Selain itu teman-teman ini banyak yang pernah ikut duta-duta,” akunya.

Namun tekadnya kuat. Dia ingin bisa berdampak bagi sekitar. Salah satunya ingin meningkatkan citra positif kampus. Serta mengembangkan potensi mahasiswa.

“Juga ingin menjadi jembatan civitas akademika Unik dengan masyarakat,” aku gadis yang saat ini tinggal di Mojoroto itu.

Walau tidak menjadi juara pertama, dia berhasil menyabet Runner-up 3 Duta Kampus Universitas Kadiri. Ke depan, dia juga ingin terus mengembangkan sayapnya di dunia pageant.

Editor : Andhika Attar Anindita
#calon dokter gigi #Duta Kampus #Universitas Kadiri #runner up