JP Radar Kediri – Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, semangat pantang menyerah muncul dari sosok pemuda bernama Taufik Hafirlana, pemilik usaha kuliner baru “Es Doger 69 Mas Opik”. Pria 27 tahun lulusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Malang (Polinema) ini mewujudkan hobi masa kecilnya yang menyukai es doger menjadi ide usaha sampingan.
“Saya kerja di pabrik, untuk menambah penghasilan, saya dan istri mencoba usaha sampingan,” ujar Taufik dengan senyum semangat.
Bersama sang istri yang juga bekerja di tempat yang sama, dia memutuskan untuk membuka usaha es doger. Meski usahanya baru dibuka, respons masyarakat sangat positif berkat cita rasa khas yang berbeda dari es doger kebanyakan.
Menurut Taufik, perbedaan utama “Es Doger 69 Mas Opik” terletak pada ukuran, topping melimpah dan rasa gurih yang khas.
“Kami pakai santan premium agar rasa gurihnya lebih keluar. Gula yang digunakan juga gula asli, tanpa pemanis buatan, karena saya tahu pemanis buatan punya banyak dampak negatif,” jelasnya.
Cita rasa autentik itu tidak datang begitu saja. Sebagai orang asli Malang, Taufik mengaku sejak kecil sudah menyukai es doger. Dulu waktu masih di Malang, Taufik suka beli es doger dan kepo bagaimana cara membuatnya.
“Akhirnya saya pelajari dari internet dan YouTube, terus RnD (research and development) sendiri sampai menemukan rasa yang terbaik,” ucapnya.
Selain rasa yang gurih dan manis alami, tekstur es doger buatannya juga unik. Jika kebanyakan es doger di Kediri bertekstur lebih cair, “Es Doger 69 Mas Opik” justru padat seperti es krim. Rahasianya di komposisi dan cara memadatkan es setelah diserut.
Tak hanya itu, pelanggan bisa memilih dari berbagai varian topping yang melimpah. Seperti mutiara, roti, ketan hitam, perutan keju, tapi dan alpukat. Menambah keseruan dalam menikmati es khas nusantara tersebut.
Menariknya, angka “69” yang melekat pada nama usahanya ternyata punya makna filosofis. Dari dulu waktu SMA, Taufik memakai nomor punggung 69.
Dia suka angka tersebut karena ketika dibalik tetap sama. Di Cina juga angka itu menggambarkan keseimbangan seperti yin dan yang. Filosofi itu menggambarkan semangat hidupnya tetap seimbang, tenang, apa pun kondisi yang dihadapi.
Kini, Taufik berharap “Es Doger 69 Mas Opik” bisa terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi anak muda lain untuk berani memulai usaha dari hal yang disukai.
“Saya ingin buktikan, asal tekun dan mau belajar, kita bisa bangkit di situasi sesulit apa pun,” tutupnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil