Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ahmada Farah Widuri Personel di BPBD Kabupaten Kediri yang Selalu Safety meski di Luar Jam Dinas

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 5 Oktober 2025 | 12:59 WIB

SOSOK: Ahmada Farah Widuri, anggota BPBD Kabupaten Kediri.
SOSOK: Ahmada Farah Widuri, anggota BPBD Kabupaten Kediri.
KEDIRI, JP Radar Kediri- Ahmada Farah Widuri berhasil menepis anggapan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri hanya cocok untuk laki-laki. Meski pekerjaan ini penuh rintangan dan berbahaya, perempuan yang kerap disapa Fafa ini justru menikmatinya. Baginya, perihal kemanusiaan adalah panggilan jiwa.

“Urusan kebencanaan itu untuk all gender,” tegas Fafa. Perempuan 30 tahun asal Desa Bakalan, Kecamatan Grogol mengatakan, masalah kemanusiaan itu merupakan urusan semua orang. Tidak hanya untuk kelompok tertentu saja.

Karena itu, Fafa tak pernah merasa lelah ketika harus berjibaku di lapangan. Tak peduli malam hari, dia akan hadir lokasi meski kondisinya rawan dan berbahaya.

Dia mengenang peristiwa pada 2017 lalu. Saat itu terjadi banjir bandang yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia di Desa Parang, Kecamatan Banyakan.

Sebagai personel BPBD Kabupaten Kediri yang paling dekat dengan lokasi kejadian, Fafa langsung meluncur ke lokasi. Bahkan datang paling pertama pasca bencana. “Kebetulan saat itu personel masih sangat sedikit sekali,” kenangnya.

Kesigapan Fafa untuk menangani kebencanaan memang sudah terlatih sejak lama. Bahkan, di luar jam kerja, dia selalu membawa peralatan kebencanaan agar lebih safety saat berada di lapangan.

Peralatan itu selalu ready di mobilnya. Mulai dari helm, baju oranye, dan sepatu boots. Hal itu dilakukan karena saat ada peristiwa tiba-tiba pohon ambruk atau bencana lainnya, dia selalu siap sedia untuk terjun ke lapangan.

Hujan dan terik matahari bukan halangan bagi Fafa untuk membantu korban bencana. “Saya juga bisa gergaji pohon. Bisa vertical rescue. Jadi skill yang berbau maskulin tidak hanya bisa dikuasai laki-laki saja. Perempuan juga bisa,” terang Fafa.

Peran paling penting yang pernah dirasakan Fafa saat terjadi bencana adalah ketika dia harus menenangkan psikologis korban. Menurutnya perempuan akan lebih mudah diterima jika dibanding laki-laki.

Untuk diketahui, Fafa sudah bergelut dengan dunia kebencanaan sekitar 9 tahun lamanya. Dia mengawali karirnya pada 2015. Saat itu, Fafa adalah tenaga kontrak di kesejahteraan sosial (kesos).

Setahun setelahnya, Fafa pindah ke BPBD di bidang kesiapan dan kesiagaan. Tugasnya memberikan edukasi dan pemahaman pada masyarakat kaitannya dengan mitigasi bencana.

Dia juga pernah di bidang rehabilitasi dan rekonstruksi. Tugasnya asesmen bangunan yang terdampak bencana. Termasuk dropping material, seperti semen, batu dan bata.

“Yo angkat-angkat barang. Kadang masih pakai hill, tapi masih angkat-angkat batu,” ucapnya lalu tertawa dan merasa bangga atas semua yang dilakukannya.

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#kabupaten kediri #kediri #bpbd #desa parang #kecamatan banyakan