Baiq begitu dia kerap disapa, datang dari seberang pulau Jawa. Sekitar 13 tahun silam, dia mendarat ke Kediri dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Anak ketiga dari empat bersaudara itu datang untuk menimba ilmu di Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bhakta. Dia ingin menjadi dokter gigi.
Baca Juga: Kisah M. Sultoni ‘Terdampar’ Jadi Masseur Persik Kediri, Buka Praktik di Rumah tapi Tak Patok Tarif
Saat kuliah, dua terkendala skripsi. Kala itu, penelitian yang dilakukan harus menggunakan fasilitas yang dimiliki Universitas Airlangga. Singkat cerita, skripsinya tersebut menjadi sedikit molor.
Ketika masalah itu datang, Baiq terjerembab di dunia lain. Karena tidak ingin buang-buang waktu, dia malah menggeluti dunia model.
"Waktu itu, aku bingung mau ngapain. Tiba-tiba ada fotografer yang menawarkan foto model. Diajak setiap ada event," kenang Baiq. Dari situ, dia kemudian terjun ke dunia model. Dan sering mengikuti kegiatan fashion show yang ada di Kota Kediri.
Aktivitasnya itu mengantarkannya ke dunia baru. Ia kerap menerima endorse. Aktivitasnya di dunia modelling pun berhenti setelah lulus. Dia mengaku mengambil program koasisten, lalu memutuskan untuk menikah.
"Waktu koas, aku keguguran. Di situ aku harus istirahat," kenangnya saat menceritakan masa-masa beratnya dalam perjalanan menjadi dokter.
Sebulan kemudian, Baiq bercerita bahwa dirinya hamil lagi. Kala itu, dia merasa pilihan terbaiknya adalah mengambil cuti. Padahal, program koasnya akan selesai dalam beberapa bulan saja. Setelah semuanya pulih dia lalu mengambil program pascasarjana.
"S2-nya dibiayain suami. Untuk kebutuhan koas, aku nggak mau nambah beban suami. Jadi aku mulai jualan baju, kerudung, dan jajanan untuk kebutuhan koas," bebernya mengaku harus berjualan online demi menambah penghasilan.
Setelah melalui perjuangan yang panjang, Baiq pun akhirnya berhasil meraih dua gelar. Yaitu drg. dan M. Kes. Hingga akhirnya, ibu satu anak ini pun resmi bekerja di klinik di Kota Kediri. Sebagai wanita karir, dia harus mengatur semuanya.
Dia pun bercerita bahwa dirinya harus terlebih dahulu menyiapkan segala keperluan suami dan anaknya. Mulai dari memasak hingga menyiapkan perlengkapan sekolah sang anak. Setelahnya, Baiq melanjutkan aktivitasnya seperti membereskan rumah. Lalu, dirinya berangkat bekerja.
Baca Juga: Mengenal Jihan Ragil Khalida Zia, Wakil 2 Duta Wisata Inu Kirana Kabupaten Kediri 2024
"Dan pas malam, aku juga harus pantau tuh tugas sekolah anak. Kadang juga deep talk. Karena saya ingin jadi madrasah pertama untuk anak saya," ungkapnya.
Sementara, usahanya dilakukan di sela-sela kesibukannya. Entah saat menunggu anaknya pulang mengaji ataupun saat weekend. Alias saat dirinya merasa longgar. "Saya percaya kalau setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Fa innamaal usri yusra, innamaal usri yusra," tandasnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.