Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenal Najakha Alfina Nurhayati Duta Inovatif Indonesia 2025, Ubah Bully Jadi Pemacu Prestasi

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 3 Agustus 2025 | 04:06 WIB
Najakha Alfina Nurhayati, Duta Inovatif Indonesia Generasi 8th 2025.
Najakha Alfina Nurhayati, Duta Inovatif Indonesia Generasi 8th 2025.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Najakha Alfina Nurhayati memiliki segudang prestasi. Namun, itu tak lantas membuat hidupnya mudah. Bahkan, dia kerap menjadi korban bully sejak remaja. Namun hal itu justru menjadi pelecut semangatnya. Untuk bisa membuktikan diri jadi lebih baik.

Perjalanan gadis yang akrab disapa Naja itu tidak selalu mulus. Pencapaiannya saat ini harus dia lalui dengan berliku-liku. Kini, dia menyandang gelar Duta Inovatif Indonesia Generasi 8th 2025.

Selain itu, Naja juga aktif menjadi muse. Namun siapa sangka perjalanannya itu bermula ketika mendapatkan perundungan ketika remaja. Dia awalnya adalah gadis yang pemalu.

Bahkan termasuk anak yang introvert. Sehingga, dara asal Kelurahan Banjarmelati, Kecamatan Mojoroto itu tidak mudah berterman.

“Aku memang anaknya introvert. Jadi dulu malu bersosialisasi,” aku perempuan 22 tahun itu.

Saat bersekolah, dia hanya punya sedikit teman. Tak lain karena dia kurang dapat bergaul. Ditambah kala itu dia juga belum memiliki prestasi yang dapat dibanggakan.

Hal itu membuat Naja kerap disepelekan oleh teman-temannya. Bahkan dikucilkan. “Memang tidak ada prestasi, selain itu juga wajah pas-pasan,” aku gadis kelahiran 2003 itu.

Walau kerap kali mendapatkan perundungan, dia tak lantas berkecil hati. Justru menjadi pemacu semangatknya. Untuk bisa berkembang dan membuktikan bahwa Naja bukanlah seperti ejekan teman-temannya.

“Sering mendapatkan bully karena orang mandang sebelah mata. Di situ jadi menguatkan mental,” aku anak pertama dari empat bersaudara itu.

Dari situ dia mulai getol meningkatkan soft skill. Berbagai kompetisi mulai dia ikuti. Mulai dari bidang akademik hingga non-akademik. Seperti, Lomba Aksioma Kaligrafi Kontemporer Tingkat Kota pada 2017. Di sana dia mendapat juara satu.

Berikutnya, dia juga mendapatkan Juara 1 Lomba Story Telling Organisasi PMR Tingkat Provinsi tahun 2019. Kemudian menjadi Juara 2 Lomba Cerdas Cermat Kepahlawanan Tingkat Kota tahun 2019.

Tak berhenti di situ, Naja mulai mencoba untuk ikut kompetisi pageant. salah satunya untuk meningkatkan rasa percaya diri. Juga untuk meningkatkan skill. “Awal mula karena melihat teman yang ikut. Dia jadi lebih value lebih. Selain itu juga dapat banyak pengalaman,” jelasnya.

Ajang pageant yang pertama dia ikuti adalah Fashion Festival IAIN pada 2021. Memang saat itu Naja masih minim pengalaman. Hanya saja dia nekat untuk ikut agar bisa mengupgrade kemampuannya.

“Tentu saja gugup, takut itu ada. Apalagi banyak yang lebih berpengalaman,” kenang Naja.

Walau tidak menjadi juara satu, dia berhasil masuk dalam 10 besar. Dari situ, semangatnya semakin terpacu. Naja semakin tertantang mendalami dunia pageant. Termasuk di dunia modeling.

“Awalnya itu memang menawarkan diri dulu, namun dari situ jadi ada tawaran-tawaran,” terang mahasiswa Universitas Terbuka (UT) itu.

Selain aktif menjadi muse, Naja juga terus ikut berbagai ajang pageant. Berbagai prestasi berhasil dia raih. Seperti Juara 1 Pemilihan Miss Nusantara PP Al Ishlah Bandar Kidul Kota Kediri pada 202.

Berikutnya menjadi Semifinalis Panji Galuh Kota Kediri 2024. Lalu, terbaru dia terpilih sebagai Duta Inovatif Indonesia Terpilih Generasi 8 2025.

“Dalam perjalanan hidup, yang menentukan bukanlah yang paling pintar, tapi siapa yang paling konsisten dalam belajar dan terus bertumbuh,” pesan gadis yang saat ini juga sedang membangun brand fashion itu. (muhamad asad muhamiyus sidqi/tar)

Editor : Andhika Attar Anindita
#prestasi #bully #Sosok #inovatif #duta