Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenal Lavena Putri, Lifter Kota Kediri Peraih Tiga Medali Emas Porprov Jatim 2025

Emilia Susanti • Kamis, 10 Juli 2025 | 17:56 WIB
Lavena saat menunjukkan medali emas yang ia peroleh.
Lavena saat menunjukkan medali emas yang ia peroleh.

Medali emas di Porprov Jatim bak sudah jadi langganan. Tiga kali pelaksanaan secara berurutan dia selalu meraih podium tertinggi. Tidak hanya di satu nomor, bahkan tiga sekaligus.

EMILIA SUSANTI, Kota, JP Radar Kediri

Namanya Lavena Putri. Biasa disapa Lavena. Mungkin, nama ini tak terlalu dikenal, pun oleh pecinta olahraga.

Sebab, meskipun telah lama terjun di dunia olahraga, cabang yang dia geluti memang tak sepopuler sepak bola, bola basket, atau bola voli.

Lavena adalah seorang lifter. Seorang atlet angkat besi. Nah, di dunia angkat besi, gadis 21 tahun ini adalah momok bagi para pesaingnya. Terutama di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.

“Porprov pertama saya dapat perak, perak, perak. Setelahnya selalu emas,” ucapnya bangga.

Ya, Lavena empat kali memperkuat Kota Kediri dalam ajang olahraga level Jawa Timur tersebut.

Sejak penyelenggaraan pada 2019 di Tuban. Tiga kali pelaksanaan porprov dia mampu mengoleksi masing-masing tiga emas.

Masih mengenakan jaket khusus untuk kontingen Porprov Kota Kediri, sang lifter pun menunjukkan tiga keping medali emasnya.

Hasil dari Porprov terakhir, 2025, yang berlangsung di Malang beberapa waktu lalu.

Tiga medali emas itu dia dapat dari angkatan snatch 73 kilogram, clean and jerk 95 kilogram, serta total angkatan 158 kilogram.

“Ini sebenarnya lagi balikin angkatan. Sebelumnya untuk snatch bisa 78 kilogram dan clean and jerk 98 kilogram,” ceritanya saat ditemui di tempat latihannya, di kawasan Ruko Stadion Brawijaya.

Baca Juga: Mengenal Isha Setia Putri, Penari sekaligus Instruktur Tari yang Punya Segudang Prestasi

Ternyata, cedera lutut menjadi penyebabnya. Cedera yang dia peroleh saat menjalani Pusat Pendidikan dan Latihan Mahasiswa (PPLM) di Jakarta. Semacam pemusatan latihan di tingkat mahasiswa.

“Istilahnya itu ring duanya pelatnas (pemusatan latihan nasional). Yang masuk situ bisa masuk (berpeluang, Red) pelatnas,” jelas wanita yang kini tengah menempuh kuliah di Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri ini.

Ya, Lavena memang sempat menjalani latihan intensif untuk sebuah kompetisi yang katanya berlangsung di Spanyol.

Dia pun menjalani latihan sejak Februari 2024 lalu. Hanya saja, harapannya pupus. Pada akhir Desember kemarin, dirinya mendapatkan pesan yang intinya program PPLM dihentikan.

“Jadi kemarin programnya untuk mahasiswa itu udah dibubarin. Tinggal yang buat pelajar aja,” ceritanya dengan nada agak lirih.

Mirisnya, pembubaran program PPLM itu merupakan dampak dari efisiensi anggaran. Khususnya di Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Tentu saja tidak hanya Lavena yang dipulangkan. Melainkan dua rekannya yang lain.

Lavena mengaku kecewa. Terlebih dia sudah memutuskan untuk berpindah kampus. Semula di UNP Kediri ke Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

“Saya sempat kuliah satu semester di sana,” katanya sembari menyebut dirinya bisa berkuliah di UNP Kediri lagi setelah berkomunikasi dengan pihak kampus.

Kendati demikian, semangat Lavena untuk terus menggeluti dunia angkat besi tidak luntur.

Dia masih memiliki target-target lainnya. Seperti berlaga di ajang Pekan Olahraga (PON) dan SEA Games.

Lucunya, salah satu motivasi terbesarnya berkarir di angkat besi adalah karena bonus.

Pasalnya, satu medali bisa menghasilkan uang jutaan rupiah hingga puluhan juta rupiah.

Bahkan, tiga medali peraknya pada porprov pertama bisa membuatnya membeli satu unit sepeda motor.

“Ini hasilnya,” ujarnya menunjuk sepeda motor Honda Vario berwarna putih abu-abu yang terparkir di depan tempat latihannya.

Tak hanya itu, Lavena juga menggunakan bonus dari peraihan medalinya untuk kebutuhannya sebagai atlet.

Entah itu untuk beli sepatu atau lainnya. Bahkan, dia juga memakainya untuk membayar kuliahnya.

Karenanya, dia masih ingin terus menyelami dunia angkat besi ini. Terlebih lagi, kedua orangtuanya juga terus mendukung karirnya. Bahkan selalu menjadi penyemangat saat dirinya lelah dengan latihan rutinnya.

“Alhamdulillah selalu disupport asalkan itu positif,” tandasnya.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#Porprov Jatim 2025 #sosok inspiratif