KEDIRI, JP Radar Kediri - Perjalanan hidup Muhammad Danang Efendi, pemuda asal Kediri, layak dijadikan inspirasi bagi banyak anak muda.
Di usia 16 tahun, saat remaja lain masih bergantung pada orangtuanya, Danang -sapaannya- sudah bekerja sebagai kuli di toko bangunan sambil merintis usaha fotografer meski hanya bermodal kamera sewaan.
“Waktu itu saya masih SMA, tapi saya rela tidak masuk sekolah dan telat sekolah demi bisa kerja. Saya sadar harus mandiri sejak muda,” kenang Danang.
Sayang, usaha fotografinya hanya berjalan setahun. Saat usianya menginjak 17 tahun, usaha tersebut terpaksa berhenti karena sepi job.
Tapi, di titik itulah, Danang mulai bangkit dengan serius mendalami dunia investasi dan trading. Bidang tersebut dikenalnya pertama kali saat berumur 16 tahun.
Setelah lulus sekolah, Danang sempat bekerja di pabrik. Lalu pindah ke Surabaya dan bekerja di warung kikil dengan gaji Rp 150 ribu per hari.
“Selama kerja di warung, saya terus belajar trading. Meski 4 tahun awal saya rugi puluhan juta, saya nggak pernah berhenti,” ujarnya.
Tahun 2023 menjadi titik baliknya. Trading yang dulunya membuatnya rugi, justru berbalik membawa keuntungan besar. Hingga tahun 2025 ini, di usia yang masih sangat muda, Danang telah meraih miliaran rupiah dari dunia trading dan usaha-usaha sampingannya.
Yang membuat Danang berbeda dari trader lain adalah prinsip mandirinya. Dia tidak membuka kelas trading, tidak jualan grup atau sinyal, dan tidak cari member seperti kebanyakan influencer di bidang ini.
“Saya belajar semua sendiri, otodidak. Jadi saya ingin buktikan kalau bisa sukses tanpa harus jualan mimpi ke orang lain,” tandasnya.
Kini, Danang dikenal sebagai sosok muda bermental pengusaha dan investor sejati: berani ambil risiko, konsisten, dan tetap membumi. (ADV)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah