Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Sosok Ladiya Suhendro Sukses Jadi Finalis Duta Pelajar Anti Narkoba Jawa Timur 2025

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 25 Mei 2025 | 08:36 WIB
Ladiya dinobatkan jadi finalis Duta Pelajat Anti Narkoba Jatim 2025.
Ladiya dinobatkan jadi finalis Duta Pelajat Anti Narkoba Jatim 2025.

Di usianya yang masih remaja, Ladiya ingin mengumpulkan banyak pengalaman. Salah satunya dengan mengikuti ajang Duta Pelajar Anti Narkoba Jawa Timur 2025.

Meski tak memiliki bekal ilmu sebelumnya, dia tetap berani. Modal nekat. Ajang ini menjadi yang pertama diikuti Ladiya di dunia pageant.

Sebelumnya, gadis kelahiran 2009 ini aktif dalam beberapa organisasi. Utamanya yang berkaitan dengan public speaking.

“Sebelumnya saya lebih aktif di bidang public speaking,” aku putri dari pasangan Almarhum Suhendri dan Anik Rahmiati itu.

Berbagai perlombaan terkait keorganisasian dan public speaking kerap diikutinya. Menang dan kalah sudah biasa baginya.

Mulai dari tingkat lokal sampai nasional. Salah satunya, Ladiya pernah menyabet Juara 2 Lomba Mendongeng Tingkat Nasional di UNP Kediri 2025.

Ada pula lomba pidato, baca puisi dan sebagainya yang pernah dia ikuti. Namun, dia selalu ingin mencoba hal baru.

Sesuatu yang tidak hanya terkait public speaking saja. Namun juga melatih kemahiran lainnya. “Karena ingin menambah pengalaman. Ingin nambah skill,” aku perempuan yang bercita-cita jadi pengacara itu.

Hingga akhirnya dia memberanikan diri mengikuti ajang Duta Pelajar Anti Narkoba Jawa Timur 2025. Tak sekadar untuk dirinya sendiri.

Ladiya memang punya keresahan tentang generasi muda yang kerap terjerumus lembah hitam. “Miris dengan kondisi banyak remaja bahkan anak-anak sudah jadi pecandu,” katanya.

Karena itu, dia nekat mengikuti ajang tersebut. Ladiya mengaku ingin bermanfaat bagi sekitarnya. Terutama rekan sebayanya.

Oleh karena itu, dia berusaha menginspirasi generasinya. “Belum pernah belajar dunia model. Baru tahu saat ikut ini,” aku siswa kelas X SMAN 1 Pare itu.

Ladiya sempat merasa gentar. Pasalnya, kontestan lain banyak yang jauh berpengalaman. Alhasil, saat mengikuti seleksi, dara 16 tahun ini sempat berkecil hati.

Harus melawan banyak orang yang lebih berpengalaman. “Sempat tidak berekspektasi. Ya soalnya tahu lawannya jago-jago,” akunya.

Namun, karena tekat kuat dan mendapat dukungan banyak orang, dia bisa bangkit. Kepercayaan dirinya tumbuh.

Bahkan, dia mendapat hasil yang membanggakan. Ladiya menjadi finalis Duta Pelajar Anti Narkoba Jawa Timur 2025.

“Walaupun gak sampai jadi yang utama. Namun karena ini baru pertama kali, bangga sekali. Karena bisa menambah wawasan,” akunya.

Dari ajang ini Ladiya jadi punya banyak bekal. Utamanya untuk mengedukasi teman-temannya. Mengenai bahaya narkoba. Agar nantinya, mereka tidak terjerumus di lubang setan itu.

“Agar tidak terjerumus pada hal yang buruk seperti narkoba, sibukkan diri. Selain itu, jangan jadikan kondisi sebagai penghalang, kejarlah mimpi,” ajak Ladiya.

Editor : Andhika Attar Anindita
#pageant #jatim #anti narkoba #duta