JP Radar Kediri - Ketika bicara tentang Kartini masa kini, gambaran itu bukan lagi hanya soal memperjuangkan emansipasi perempuan.
Kini, Kartini hadir di tengah masyarakat. Menyatu, bekerja, dan menginspirasi lewat tindakan nyata. Seperti Hj. Farida Hidayati, S.ST.Bd., M.Kes, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kediri.
Perjalanan Farida dimulai dari panggilan hati sebagai bidan. Profesi mulia yang menyentuh awal kehidupan manusia.
Tapi pengabdian Farida tak berhenti di ruang bersalin. Dia melangkah lebih jauh. Meniti jalan sebagai pemimpin organisasi profesi yang membina ribuan bidan di Kabupaten Kediri.
35 tahun Farida mengabdi sebagai pelayan masyarakat. Mengawali karir bidan dari bawah sejak 1990. Mulai dari anggota, bendahara hingga ketua ranting IBI Pare.
Kini di bawah kepemimpinannya, IBI Kediri bukan hanya menjadi tempat berkumpul para bidan. Tapi menjadi garda depan dalam mendukung kesehatan ibu dan anak di daerah.
“Menjadi bidan itu bukan hanya soal membantu kelahiran, tapi juga tentang merawat kehidupan,” begitu prinsip yang dipegang Farida dalam setiap langkahnya.
Sosok Farida dikenal bersahaja namun penuh semangat dan ide. Bidan yang juga alumnus Magister Kesehatan di IIK Strada Indonesia itu bukan tipe pemimpin yang hanya berada di balik meja kantor. Ia lebih sering turun ke lapangan.
Selama memimpin, Farida selalu mengayomi anggota. Mengajak setiap ranting untuk aktif dalam berkegiatan. Mengunjungi puskesmas, berbincang dengan para bidan desa, mendengarkan keluhan dan memberi motivasi.
“Seperti halnya penanganan stunting. Ini adalah tugas bersama namun bidanlah yang terlibat dekat dengan masyarakat. Kami adalah penjembatan lintas sektor pemerintah dan masyarakat,” ungkapnya.
Hobi yang tak bisa ia abaikan adalah meng-upgrade pengetahuan. Ia adalah sosok bidan yang haus akan informasi terkini. Farida dalam kesibukannya selalu menyempatkan waktu untuk membaca buku dan jurnal terbaru. “Ilmu pengetahuan selalu berkembang. Kita pun harus mengikutinya,” jelasnya.
Farida juga aktif mendorong pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi bidan, karena baginya kualitas pelayanan adalah hak setiap ibu dan anak. Bukan sekadar target program.
Di dunia yang masih kerap menempatkan perempuan di posisi sekunder, Farida hadir sebagai bukti bahwa perempuan bisa menjadi pemimpin yang strategis dan visioner.
Dia mendorong rekan-rekan sejawatnya. Terutama para bidan muda, untuk percaya diri, terus belajar, dan tidak takut tampil di ruang-ruang pengambilan keputusan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah