JP Radar Kediri – Peran dosen tak hanya sebagai pengajar. Tapi juga sebagai penggerak inovasi dan pengabdian masyarakat.
Itu yang kini tengah ditunjukan Septian Maulana Purnama, SP., MP., MBA. Dia adalah contoh nyata sosok dosen inspiratif masa kini.
Dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian PSDKU Universitas Brawijaya Kediri yang juga Ketua Laboratorium Pengolahan ini menggerakkan laboratorium sebagai jembatan kreatif antara pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat.
Sejak diangkat menjadi Ketua Laboratorium Pengolahan tahun lalu, Septian membawa semangat baru. Dia mengelola laboratorium pengolahan dari total 6 lab UB Kediri. Yaitu lab sains dasar, biosains, integrated farming system, komputasi dan klimatologi.
Dosen yang kerap disapa Septian itu ikut mendorong visi kampus lewat peran kolaborasi lintas sektor 3 fakultas dalam satu ekosistem bernama Agrokomplek. Fokusnya tidak hanya pada pengembangan riset akademik.
Tetapi juga aplikasi nyata hasil penelitian yang menjadi karya tepat guna untuk mengatasi tantangan pertanian, perikanan, dan peternakan di masyarakat.
Konsep pembelajaran yang diterapkan Septian menekankan metode mengoptimalkan fasilitas laboratorium. Dan menjadi modal pengabdian masyarakat serta berkolaborasi dengan stakeholder desa. Sehingga bisa menghasilkan inovasi bermanfaat dan tepat sasaran.
Berbagai inovasi sudah berhasil diwujudkan, mulai dari pengembangan teknologi sensor IoT, teknologi tepat guna untuk masyarakat. Hingga menghasilkan produk olahan berkualitas. “Kami beri bekal mahasiswa di sini untuk bisa memaksimalkan potensi mereka saat mengabdi ke masyarakat,” ungkapnya.
Dosen asal Jember tak hanya menjadi aset positif kampus, tapi juga membawa hasil kolaborasi penelitian ke kampus mancanegara. Seperti Kyoto University dan Kyushu University Jepang.
Kemudian Chiang Mai University Thailand dan kunjungan tamu dari National Pingtung University of Science and Technology Taiwan.
Dosen yang juga lulusan Agribisnis National Pingtung University of Science and Technology Taiwan ini ikut mengembangkan aset pengolahan lab. Dari kandang bebek, kolam ikan, kandang kelinci, dan kambing.
Dari situ, laboratorium sukses mengolah produk berupa telur asin bebek dan olahan ikan beku siap goreng.
“Ke depan kami juga akan kembangkan banyak produk dari alat pembuatan roti, es krim dan dehidrator untuk olahan manisan,” jelasnya.
Melalui laboratorium pengolahan, mahasiswa berhasil membuat berbagai inovasi saat pengabdian. Seperti pemanfaatan limbah organik menjadi eco enzyme, makanan ringan pedas manis dari ketela, pembuatan pupuk organik dari limbah hewan dan masih banyak inovasi lainnya, pengabdian masyarakat melalui program KKN yang dilaksanakan mahasiswa di beberapa lokasi di Kediri Raya
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah