JP Radar Kediri - Di tengah dinamika dunia pendidikan tinggi yang terus berkembang, Dr. Nur Ahmad Muharram, M.Or muncul sebagai figur inspiratif.
Dia membawa semangat baru di Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains (FIKS) Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri.
Menjabat sebagai dekan dalam usia yang relatif muda, Ahmad tak hanya dikenal karena kapasitas akademisnya.
Tetapi juga dedikasinya yang tinggi terhadap inovasi, kolaborasi, dan pengembangan diri. Visinya adalah bisa menanamkan mindset mahasiswa yang berani mencoba hal baru dan tak gentar di medan kompetisi.
Dekan berusia 36 tahun ini menjadi motor penggerak perubahan. Latar belakang akademis di bidang olahraga memberikan dasar yang kuat dalam membangun kedisiplinan, dan kerja tim.
Serta semangat pantang menyerah yang kini ia terapkan dalam memimpin fakultas.
Dengan pendekatan yang humanis dan kolaboratif, ia mengedepankan dialog terbuka dengan seluruh civitas fakultas dan rektorat.
Tujuannya jelas. Menjadikan FIKS sebagai fakultas unggulan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Program utama yang dibangunnya selama menjabat adalah memperluas jangkauan kolaborasi. Baik antarkampus nasional, internasional hingga para pakar atau praktisi.
Para praktisi selalu dilibatkan tak hanya untuk memotivasi mahasiswa di masing-masing jurusan. Tetapi juga untuk menggali wawasan dan inovasi baru untuk mahasiswa kembangkan.
“Sering kami gelar seminar yang menghadirkan praktisi andal agar mahasiswa mendapatkan banyak insight untuk mereka kembangkan sendiri,” jelasnya.
Salah satu hal yang paling menonjol dari doktor muda ini adalah semangatnya dalam menciptakan inovasi. Yakni menciptakan aplikasi pengukur detak jantung atlet yang dia namai BEST. Aplikasi ini mendapat apresisasi dari kementerian dan juga kerap dipakai sebagai objek penelitian mahasiswa.
Di bawah kepemimpinannya, FIKS mulai menerapkan program-program berbasis teknologi. Seperti pengembangan e-learning interaktif dan kolaborasi riset berbasis data untuk masyarakat.
Ahmad juga aktif mendorong mahasiswa dan dosen untuk menghasilkan penelitian yang aplikatif.
Terutama yang mampu menjawab tantangan pendidikan di era digitalisasi. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan mutu akademik. Tetapi juga memperkuat peran sosial kampus di tengah masyarakat.
Semangat untuk mengembangkan visi akademik ia dapat dari sosok kedua orang tua. Pria kelahiran Sragen ini terlahir dari keluarga pendidik. Motivasi untuk bisa membanggakan orang tua dan mencapai gelar dan jabatan di atas gelar orang tuannya dulu.
Ahmad kini memimpin 6 jurusan. Yaitu Kebidanan, Keperawatan, Peternakan, Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Pendidikan Biologi dan Pendidikan Matematika.
Dia mendapatkan gelar doktor Ilmu Pendidikan konsentrasi ilmu keolahragaan di UNY, S2 Ilmu Keolahragaan di UNS dan S1 Penjaskesrek di kampus yang sama pada 2011. Kemudian diangkat menjadi dekan muda pada tahun 2023 lalu.
Ahmad menekankan kepada setiap prodi untuk aktif menggelar pelatihan, seminar, dan forum ilmiah nasional maupun internasional.
Dia juga dikenal sebagai sosok mentor yang dekat dengan mahasiswa. Bukan hal yang asing jika ia meluangkan waktu untuk berdiskusi, memberikan motivasi, hingga membimbing langsung kegiatan kemahasiswaan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah