Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Siswoko, Berbekal ‘Bonek’ hingga Terkenal sebagai Pebengkel Spesialis di Kediri

Hilda Nurmala Risani • Jumat, 16 Mei 2025 | 10:45 WIB
Photo
Photo

Datang dari keluarga sederhana. Yang tak mampu mengantarkannya masuk perguruan tinggi. Tapi, kerja kerasnya mampu membuatnya terkenal sebagai pemilik bengkel mobil spesialis.

HILDA NURMALA RISANI, Kabupaten, JP Radar Kediri

Namanya Siswoko. Lebih dikenal dengan panggilan Pak Sis. Bagi masyarakat wilayah Kediri bagian Selatan, nama itu sudah akrab di telinga.

Ya, Pak Sis dikenal sebagai pemilik bengkel mobil. Lebih tepatnya bengkel mobil spesialis. Karena yang jadi ‘pasiennya’ hanya datang dari satu merek saja.

Bengkelnya berlokasi di samping rumahnya di Dusun Karanglo, Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih. Beratap galvalum, seluas 300 meter persegi. Bisa menampung belasan mobil.

“Usia bengkel saya kurang lebih 30 tahun. Tapi baru berkembang sebesar ini sejak 2006,” ucap Pak Sis, ketika berbincang di kantor yang sekaligus jadi tempat kasir dan etalase sparepart.

Bengkel tersebut benar-benar dibangunnya dari kecil. Dulu bahkan hanya ‘nempel’ di samping rumah. Luasnya pun hanya 5x10 meter. Beratap seng yang diberi penyangga kayu. Pelanggannya juga datang dari warga satu desanya saja.

“Saya merintis dari nol. Modalnya pun terbatas. Intinya, hanya nekat saja. Dengan ilmu dan pengalaman yang minim tapi saya niati membantu orang tua,” kenangnya. 

Dalam perjalanannya, laju bengkelnya juga mengalami pasang surut. Penyebabnya adalah keterbatasan dana. Kadang, pendapata sehari hanya cukup untuk beli beberapa onderdil dan menutup kebutuhan rumah tangga.

Namun, semua itu tak menyurutkan semangatnya. Tak sedikit pun Pak Sis mengeluh atau bahkan menyerah. Itulah yang membuat bisnisnya bertahan hingga sekarang. Bahkan semakin berkembang. Pelanggannya sudah tidak hanya dari desanya saja, melainkan seluruh Jawa Timur. Mulai yang paling timur, Banyuwangi, hingga paling barat wilayah Pacitan dan Ponorogo.

Dia juga bisa mempekerjakan dua tenaga montir. Yang dia rekrut itu adalah adik kandungnya. Menjadi teknisi di bengkelnya.

Soal penghasilan, jelas lumayan. Pak Sis mampu menyekolahkan anaknya hingga lulus sarjana.

“Kalau dipikir-pikir sebenarnya juga tidak mungkin bisa. Tapi nyatanya Allah memudahkan. Bayangkan saja satu anak bisa menghabiskan uang Rp 20 juta. Kalau dua orang totalnya Rp 40 juta. Sedangkan hasil dari bengkel tidak sampai setengahnya,” terang bapak lima anak ini.

Meskipun terbilang sukses, Pak Sis tetaplah Pak Sis yang dulu. Tetap bersahaja. Seperti saat ditemui, dia mengenakan kaos hitam berbalut jaket denim. Bagian bawah bersarung. Bercerita di ruang kerjanya yang juga jadi tempat beberapa perlengkapan kendaraan.

“Kuncinya tetap bersyukur apapun kondisinya. Dan jangan pernah memakan uang yang bukan haknya,” ujarnya, mengutip prinsip hidup yang ditanamkan orang tuanya.

Ternyata darah wirausaha itu mengalir juga ke anaknya. Si sulung meskipun jadi dosen di salah satu perguruan tinggi tapi juga membuka bengkel sepeda motor.

“Katanya tidak cukup kalau hanya mengandalkan gaji di satu tempat. Makanya dia kalau libur mengajar menjadi montir di bengkelnya sendiri,” paparnya dengan penuh bangga.

Anak keduanya juga sukses sebagai pengusaha kue. Bahkan bisa membantu biaya kuliah adik-adiknya. “Sekali menerima pesanan bisa ratusan boks. Dan pelanggannya sudah tersebar hampir di seluruh wilayah Kediri,” urainya.

Terakhir, Siswoko mengaku jika saat ini juga menekuni usaha ternak sapi milik bapaknya dulu. Dari yang awalnya hanya bermodal Rp 3,6 juta. Kini sudah berhasil memiliki puluhan sapi. “Kalau saat ini ya tinggal lima saja. Sebab uangnya juga terus memutar untuk bengkel juga,” pungkasnya.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #sosok inspiratif