Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenal Diah Widarni, S.E., S.Pd, Sosok Kepala Desa Doko, Kabupaten Kediri yang Inspiratif Membangun Desa Wisata Berbasis Olahraga

Mahisa Ayu • Rabu, 30 April 2025 | 03:39 WIB
INSPIRATIF: Kades Doko, Diah Widarni saat berada di kantornya.
INSPIRATIF: Kades Doko, Diah Widarni saat berada di kantornya.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Diah Widarni, S.E., S.Pd layak disematkan sebagai Kartini masa kini. Dia adalah Kepala Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Sebagai perempuan, dia berhasil menjadi sosok yang inspiratif. Ia sukses menghadirkan transformasi nyata membangun desa melalui pendekatan budaya dan olahraga.

Sejak dilantik sebagai Kepala Desa Doko, Diah -sapaan Diah Widarni S.E., S.Pd- telah membawa semangat perubahan yang inklusif dan progresif. Sebagai pemimpin, Diah sadar bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur. Dia mengambil pendekatan yang unik. Yakni menghidupkan spirit budaya dan mengembangkan potensi olahraga sebagai penggerak sosial dan ekonomi desa. 

Diah merupakan pemimpin yang detail dalam segala hal. Sebelum diamanahi menjadi Kades, Diah adalah guru KB PKK Doko. Dan punya peran ganda sebagai ketua penggerak PKK dan ibu rumah tangga. “Suami saya dulunya adalah kepala desa di sini. Peninggalan program yang digagas suami pelan-pelan saya rampungkan dan aplikasikan,” ujar Srikandi yang gemar berkesenian tersebut.

Saat itu, suaminya membangun Desa Doko lewat bidang olahraga. Sarana prasarana olahraga pun dibangun dengan baik. Mulai dari lapangan futsal, basket, voli, sepakbola hingga jogging center. “Semua fasilitas kami kembangkan dan kami sewakan untuk tambahan pemasukan desa,” ucap perempuan yang kini menginjak usia 51 tahun itu.

Diah ditinggal sang suami (wafat) pada 2019, tepat satu bulan menjelang pemilihan kepala desa. Masyarakat desa pun masih mempercayakan amanah tersebut kepada Diah untuk melanjutkan kepemimpinan sang suami. “Ini amanah yang berat. Awal jadi kepala desa, saya sedang dalam keadaan berkabung. Ditinggal suami dan dimulainya wabah covid 19,” jelasnya. 

Diah mengemban tanggung jawab tersebut dengan dengan baik. Satu persatu program dikerjakan dengan sempurna. Mulai dari menertibkan administrasi desa sampai program-program penggerak ekonomi masyarakat. Hingga desa yang dipimpin pun meraih juara 1 anugerah Desa Tertib Administrasi pada 2023 yang diberikan Pemerintah Kabupaten Kediri. Serta menjadi juara 2 pada 2025.

Salah satunya adalah Pasar Online dan Paguyuban Nawasena. Program yang ia gagas lewat pemberdayaan UMKM desa melalui penjualan produk secara online dan lapak offline. Untuk penjualan online, Diah membuat komunitas grup penjual dan pembeli ke dalam sejumlah aplikasi media sosial. Sedangkan penjualan langsung dilakukan dengan membuka sejumlah lapak di area food court dekat sport center desa. 

Paguyuban Nawasena kian berkembang pesat dan dirasakan manfaatnya oleh warga. Jumlahnya mencapai 150 lapak lebih dengan anggota sebanyak 1.024 orang yang tergabung. “Kami juga rutin menggelar pelatihan mulai dari digital marketing, pengemasan dan sertifikasi produk,” ujarnya.

Selain itu, Diah juga menyulap kantor desa sebagai taman baca yang nyaman, bersih dan lengkap. Perpustakaan desa kini telah diisi lebih dari 4 ribu buku bacaan. Perpustakaan dikembangkan untuk menciptakan iklim budaya membaca bagi anak anak desa. Juga terdapat home care kesehatan yang nyaman dan responsif. Pelayanan kesehatan terpadu dengan layanan eksklusif dan diskusi rutin khususnya di penanganan stunting. 

Pemberdayaan lainnya adalah program inovasi petasan (perajin tas anyaman) . Yakni masyarakat diajak untuk mengikuti pelatihan membuat tas rotan sintetis. Hingga omzetnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Kemudian juga program pemberdayaan tanaman sayur mandiri yang dikelola pihak desa. 

Atas kiprahnya, Diah Widarni telah menerima sejumlah penghargaan, termasuk dari pemerintah kabupaten atas inisiatifnya dalam pembangunan sosial berbasis budaya. Namun, baginya, penghargaan sesungguhnya adalah ketika masyarakat desa merasa bangga dan percaya diri atas identitas dan potensi mereka.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : rekian
#kabupaten kediri #olahraga #Desa Doko #Diah Widarni #covid-19 #desa wisata #infrastruktur #kepala desa