Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Membanggakan! Ais dan Fara, Dua Siswa SMKN 2 Kediri yang Meraih Prestasi di LKS Dikmen Jawa Timur 2025

Heri Muda Setiawan • Selasa, 29 April 2025 | 08:00 WIB

Berangkat tanpa beban, Ais dan Fara justru meraih prestasi membanggakan. Tampil di ajang LKS Dikmen Jawa Timur, Ais menjadi yang terbaik di bidang billingual secretary. Sedangkan Fara juara 2 di bidang lomba tourism industry.

HERI MUDA SETIAWAN, Kota, JP Radar Kediri

Ais dan Fara memang sangat berbakat. Setidaknya itu terlihat ketika mereka berdua diminta oleh Kepala SMKN 2 Kediri Nikmatus Sahadah untuk mempresentasikan ‘ujian’ yang mereka lewati saat mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Jawa Timur yang digelar di Malang Raya, 21-25 April kemarin.

Coba Nduk, Ibuk e pingen ngerti perjuanganmu bisa jadi juara di LKS

 kemarin,” pinta Nikmah kepada kedua siswinya itu dengan gaya keibuan. NIkmah kemarin memang sengaja mengundang kedua siswinya yang telah mengharumkan nama sekolah.  

Dengan penuh semangat, Ais yang mengawali ceritanya. “Jujur, sama sekali tidak menyangka bisa menjadi juara,” ungkap Ais yang memiliki nama lengkap Putri Aisyah Nabila Bilhaq.

Jangankan menjadi juara, menjadi perwakilan sekolahnya di LKS sama sekali tidak terlintas di benaknya. Justru hal itu berawal dari sebuah ketidaksengajaan. Saat itu ada bimbingan peningkatan kapasitas dari eksternal yang digelar di sekolahnya. Ais kala itu menjadi salah satu pesertanya.

“Waktu itu, saya ngincer hadiahnya,” kata gadis asal Dusun Watu Umpak, Desa Bandung, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk tersebut.

Di kegiatan itu, bakatnya terpantau oleh Kepala Program Keahlian Manajemen Perkantoran Rully Aprianti. Termasuk gurunya itu kagum dengan kemampuan Bahasa Inggris yang dia miliki. Saat itu Ais juga masih duduk di bangku kelas X.

Usai melihat kemampuan Ais, Rully langsung menemui dan mengajaknya mengobrol. Termasuk menawari untuk dibina sebagai calon siswa potensial untuk diikutkan lomba termasuk LKS.

“Saya izin orang tua, alhamdulillah diizinkan,” tutur putri pasangan suami istri Syaiful Anam dan Susilowati ini.

Sebelum bersaing di tingkat Jawa Timur, Ais juga ikut seleksi dan bertarung di tingkat daerah. Berkat kegigihannya, dia dinyatakan lolos ke jenjang provinsi.

Di bidang lomba bilingual secretary, saingannya sama sekali tidak enteng. Banyak siswa SMK favorit di Jawa Timur yang ikut berkompetisi dengannya untuk menjadi yang terbaik. Utamanya dari kota-kota besar seperti Malang, Surabaya, dan Ponorogo yang digadang-gadang menjadi juara.

“Saya berusaha tampil sebaik mungkin saja,” kata sulung tiga bersaudara tersebut.

Di LKS kemarin, ada delapan materi uji yang harus dilewati. Dengan penuh percaya diri, delapan tahap uji materi tersebut berhasil dia lewati.

Tapi Ais masih belum yakin dirinya bakal jadi juara. Karena peserta lain juga tampil gemilang. Pengumuman jadi juara itu diketahui saat dia dan para guru pembina sedang perjalanan pulang ke Kediri. Begitu dikabari jadi juara, Ais langsung menangis tersedu di dalam mobil.

“Rasanya seperti mimpi, tidak percaya kalau jadi juara,” tutur pelajar yang memang punya mimpi menjadi sekretaris perusahaan di kemudian hari. Selebihnya, dia mengaku berterima kasih kepada guru pembinanya yang dengan penuh kesabaran membimbing dia hingga sejauh ini.

“Kemampuan berbahasa Inggrisnya menjadi poin plus dan bisa jadi jaura,” sambung Rully Aprianti, guru pembina yang mendampinginya wawancara.

Sama dengan Ais, Fara yang jadi Juara 2 bidang lomba tourism industry juga punya kamampuan ‘cas cis cus’ yang bagus.

Bahkan Nikmatus Sahadah langsung meminta pemilik nama lengkap Qifara Azmi Hasiva untuk praktik memandu para turis yang ingin berwisata di Kediri dengan menggunakan Bahasa Inggris.

Saking bangganya dengan kemampuan Fara, nikmah langsung merekamnya. Fara begitu fasih menyampaikannyya dengan Bahasa Inggris. “Saya hanya pesan, tolong bantu sekolah memotivasi adik-adik kelasmu agar berprestasi seperti kalian,” pesan Nikmah.

Sama dengan Ais, Fara juga mengaku baru pertama kali bertanding di LKS Provinsi Jawa Timur. Padahal ada beberapa lawannya yang ternyata pernah tampil duluan di LKS provinsi.

“Waktu istirahat kan saya tanya, baru tahu kalau lawan saya itu tahun sebelumnya juga ikut. Wah ternyata lawan saya sudah berpengalaman,” tutur putri pasangan suami istri Ginanjar Agung Prasetyo dan Ratna Susiati asal Purwokerto Ngadiluwih tersebut.

Baca Juga: Kartini Masa Kini: Sosok Wera Salisa, Owner Werasalisa Makeup Kediri

Setyo Budianto, guru pembimbing Fara menyampaikan, sebenarnya Fara tampil sangat gemilang. Kemampuan Bahasa Inggris Fara yang menonjol juga sempat menyita perhatian. Hanya Fara ‘terpeleset’ dalam salah satu presentasinya.

“Ketika diminta menghitung kebutuhan kamar hotel, jumlahnya kebanyakan. Selebihnya dia bagus semua,” puji Setyo.

Dengan kemampuan yang dimiliki kedua siswanya tersebut, Nikmah semakin yakin bahwa siswanya akan benar-benar siap kerja dan bisa bersaing ketika sudah lulus nanti. “Semoga prestasi ini bisa diikuti siswa lainnya,” pungkas Nikmah.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #LKS 2025 #kediri #siswa berprestasi #smkn 2