Perpaduan ketekunan berlatih dan pendampingan guru yang all out berbuah manis bagi Niko. Siswa SMK Kertanegara Wates ini sukses meraih prestasi. Menjadi yang terbaik dalam LKS Dikmen Jatim.
SYAIKHU AULIA RAHMAN, Kabupaten, JP Radar Kediri
Mohammad Niko Syukron Abdillah menggenggam erat piala tebal dari kaca. Tangannya bergetar namun senyumnya merekah. Dua matanya tak henti menatap piala indah bertuliskan ‘Juara 1 Welding’ itu.
“Alhamdulillah, ini semua juga berkat doa dan dukungan dari orang tua, guru, dan teman-teman saya,” ucap remaja kelahiran Kandat, Kabupaten Kediri ini merendah.
Ya, Niko-demikian dia biasa disapa-baru saja menorehkan prestasi membanggakan. Menjadi juara 1 Welding dalam Lomba Kompetensi Siswa Pendidikan Menengah (LKS Dikmen) yang digelar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Keberhasilan itu adalah buah dari perjuangan panjang siswa kelas XI Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam SMK Kartanegara Wates. Butuh waktu dua tahun baginya mempersiapkan diri. Waktu yang tidak sebentar itu dia lalui dengan konsistensi berlatih yang tinggi.
Memang, sejak duduk di kelas X ketertarikan Niko di bidang teknik pengelasan sudah ditangkap para guru. Pihak sekolah pun memberi perhatian khusus. Menempatkannya di bawah bimbingan guru khusus. Serta rutin ikut pelatihan intensif, meskipun di luar jam sekolah.
“Dua tahun ini benar-benar penuh tantangan. Kadang capek, tapi saya selalu bangkit. Saya punya ketertarikan kuat menyelesaikan pekerjaan yang rumit dan detail,” ujar Niko menceritakan sekelumit dari perjalanan panjangnya dalam mempersiapkan diri.
Duduk di samping guru pembimbingnya, Feryzal Sutra Perdana, Niko mencoba mengenang perjalanan panjang itu. Ketika harus pula menempa mental selain mengasah keterampilan teknis. Hampir setiap hari, ia mengikuti simulasi lomba. Membiasakan diri dengan tekanan waktu dan standardisasi penilaian tinggi di ajang tingkat provinsi itu.
Ketelitian dalam membuat sambungan las, kekuatan struktur, keamanan kerja, hingga estetika hasil akhir, semuanya dinilai dengan ketat. Ketelitian yang ia asah terus menerus itu membuatnya tenang saat bersaing dengan 45 peserta lain.
Pelajar berusia 17 tahun ini memang sosok yang haus ilmu. Satu per satu buku teknik yang tersedia di perpustakaan sekolah dia baca. Kemudian disempurnakan dengan praktik secara intensif.
Baca Juga: Cerita Gelar Gian Crismeril, Dulu Dibully Tapi Sekarang Sukses Kenalkan Tari Kediri ke Mancanegara
Selama persiapan itu, tantangan dan godaan dia rasakan. Pernah wajahnya tertampar alat penghalus besi atau gerinda. Untung saja saat itu safety-nya bagus, Niko mengenakan pengaman wajah. Bila tidak, entah apa yang akan terjadi.
Dia juga terpaksa dirawat di rumah sakit. Gara-garanya, matanya cedera. Terkena percikan bunga api saat mengelas.
“Termasuk saya pernah sakit tipes karena terlalu bersemangat untuk berlatih,” ungkapnya.
Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil manis. Dalam ajang LKS Dikmen Jatim, 21-25 April 2025, Niko tampil gemilang. Mengalahkan puluhan peserta dari berbagai daerah. Memukau dewan juri lewat hasil las yang presisi, kuat, dan bersih. memenuhi semua kriteria standar nasional.
Niko tak hanya berprestasi di ajang LKS. Sejumlah juara ia raih. Di antaranya, Juara 1 Polines Welding Competition 2024, Juara 1 MGMP Welding Competition 2024 dan Juara 1 lKS Dikmen Tingkat Kabupaten Kediri 2025.
Kepala SMK Kartanegara Wates Pujiono bersyukur atas kerja keras Niko dalam berkompetisi. Dia berharap prestasi ini bisa menjadi motivasi lebih untuk para siswa lain. Serta membawa harum almamater sekolah dan Kabupaten Kediri. “Terima kasih telah mengharumkan nama sekolah. Kami bangga. Sukses selalu untuk Niko,” ungkapnya.
Prestasi Niko menjadi bukti bahwa kerja keras yang terencana, konsistensi, dan dukungan lingkungan sekolah yang positif mampu membawa siswa mencapai prestasi puncak. Pihak SMK Kartanegara Wates sendiri menyatakan bangga atas capaian ini. Mereka berkomitmen terus membina siswa-siswinya agar siap bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional.
Kini, setelah kemenangannya di tingkat provinsi, Niko bersiap untuk menghadapi tantangan baru. Mewakili Jawa Timur dalam LKS tingkat nasional. Dengan tekad dan semangat yang sama, ia berharap dapat kembali mengharumkan nama sekolah dan Kabupaten Kediri di kancah lebih tinggi.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira