Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenal Lebih Dekat AKP Sriati, Kapolsek Perempuan Pertama di Polres Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Jumat, 25 April 2025 | 16:17 WIB

KARTINI MASA KINI: AKP Sriati aktif turun ke bawah saat berada di lahan pertanian membantu petani.
KARTINI MASA KINI: AKP Sriati aktif turun ke bawah saat berada di lahan pertanian membantu petani.
KEDIRI, JP Radar Kediri- Kamis (24/4) adalah hari bersejarah bagi AKP Sriati. Dia didapuk menjadi kapolsek perempuan untuk pertama kali di jajaran Polres Kediri. Jabatan yang diembannya itu seperti hadiah untuknya di hari Kartini.

Perwira pertama Polres Kediri itu dipercaya sebagai Kapolsek Papar. Sebelum ditunjuk menjadi kapolsek, perempuan 56 tahun itu menjabat sebagai Kasi Humas Polres Kediri selama hampir 1,5 tahun.

AKP Sriati patut disebut sebagai tokoh Kartini masa kini. Dia telah memberi contoh bagaimana perempuan bisa berkarir dan tetap menjadi ibu yang baik di rumah tangganya. Perjuangannya pun patut diacungi jempol. Sebab, untuk mencapai di posisi hari ini, butuh perjuangan yang panjang.

“Kurang lebih sudah 34 tahun (menjadi polisi, Red,” jelasnya.

Setelah melakukan pendidikan sekolah calon bintara di Ciputat, Jakarta, dia sempat ditempatkan di Papua. “Ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya,” ucapnya sambil mengaku jika saat itu dirinya pertama kali menginjakkan kaki di Papua pada 1991.

Sriati merasa kaget saat pertama kali di bumi Cendrawasih. Terutama soal budaya yang jauh berbeda dengan budaya Jawa.

“Saat pertama kali di sana saya kaget dengan orang-orang yang pakai koteka. Saya sebagai orang Jawa kaget kan baru pertama melihat itu,” ucapnya.

Walaupun demikian, menurutnya, Papua merupakan daerah yang damai. Hal ini terjadi karena adanya sinergitas dan kekeluargaan yang luar biasa dari masing–masing suku. Konflik berdarah dan gerakan separatis yang saat ini masif diberitakan menurutnya termasuk hal yang baru.

“Jadi saya tidak takut penugasan di sana. Kalau konflik seperti perang antar suku dan organisasi terlarang pas saya tugas di sana itu tidak ada,” jelasnya.

Setelah bertugas 9 tahun di Papua, berikutnya dia dinas di Jatim pada 2000. Setelah itu penempatan di Polwil Kediri. Selama tiga tahun sampai 2003.

Kemudian dia bergeser ke Polsek Gurah selama 13 tahun. Setelah itu mendapatkan penugasan di Sukabumi mengikuti pelatihan gadik dan dilanjutkan jadi pengasuh di Ciputat.

Setelah melalui berbagai jabatan itu, berikutnya dia menjadi Kasi Humas Polres Kediri sejak awal 2024 lalu. Dan berikutnya, kemarin dia ditugaskan untuk menjadi Kapolsek Papar.

Dia mengatakan, bahwa seorang polisi perempuan bukanlah penghalang untuk menjadi kapolsek. Walaupun seorang perempuan, dia membuktikan bahwa perempuan juga bisa menjadi perwira dan menduduki jabatan-jabatan penting.

“Jadi semangatlah kamu, apapun latar belakangmu, apapun gendermu, itu bukanlah penghalang, teruslah menggapai mimpi dan jangan menyerah,” pesannya pada generasi penerus.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#kediri #AKP Sriati #papua #Koteka #konflik #polres kediri #polsek papar #kapolsek perempuan