Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kartini of the Year, Hadapi Tantangan Baru, Kartini Masa Kini Harus Kian Adaptif

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Senin, 21 April 2025 | 05:26 WIB
Salah satu tokoh perempuan di Kabupaten Kediri jadi Kartini masa kini di Kediri.
Salah satu tokoh perempuan di Kabupaten Kediri jadi Kartini masa kini di Kediri.

Jika perjuangan Raden Ajeng Kartini tahun 1890 hingga 1904 fokus pada kesetaraan pendidikan dan kemandirian perempuan, tantangan yang dihadapi Kartini masa kini lebih kompleks lagi.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa, hingga Aktivis Sosial Marijem memilih untuk kian adaptif dengan perkembangan zaman agar cita-cita mulia mereka terwujud.

Berkutat dengan para lansia telantar jadi aktivitas sehari-hari Marijem. Karena kiprahnya di bidang sosial itu pula, perempuan asal Desa Pelem Pare itu mendapat penghargaan dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa hingga Ibu Negara Iriana Joko Widodo pada 2022 silam.

          Setiap hari, Marijem nyaris tanpa lelah berkeliling merawat para lansia di Kabupaten Kediri. Seperti pada Sabtu (19/4) lalu, dia mendatangi Sukro, lansia sebatang kara yang tinggal di Jl Welirang, Kelurahan/Kecmatan Pare.

Pria berusia 90 tahun itu tengah berbaring di kasur saat Marijem datang. Sukro yang semula terlihat tak bersemangat itu langsung menyambut perempuan berusia 46 tahun tersebut dengan senyum dan mata yang berbinar.

          Sejurus kemudian dia dengan lahap mengunyah makanan dari suapan tangan Marijem. Selain Sukro, saat ini ada puluhan lansia yang dirawat dan dibantu oleh Marijem.

          Berkiprah lewat Yayasan Pare Penuh Kasih (PPK) sejak 2015 silam, hingga saat ini ada ribuan lansia yang sudah mendapat sentuhan tangan Marijem. Ketulusan perempuan kelahiran 1979 itu membuatnya mendapat penghargaan Perempuan Berjasa dan Berprestasi Provinsi Jawa Timur pada 2022 silam.

          Tidak hanya itu, Marijem juga mendapat penghargaan Bidang Sosial dan Budaya dari Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE-KIM) yang ditandatangani oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Wury Estu Ma’ruf Amin.

          Perempuan berusia 45 tahun itu tak menyangka jika awal pertemuannya membagikan zakat mal pada para lansia tahun 2015 silam itu membuatnya bertindak lebih jauh. Hingga, kini dia konsisten merawat para lansia telantar tersebut.

"Terkadang, saya merasa sangat sedih melihat para lansia yang hidup dalam kesendirian. Tidak jarang, mereka meninggal dunia tanpa ada siapa pun di sisi mereka untuk menemani di saat-saat terakhir,” ungkap Marijem tentang tekadnya yang kuat untuk membantu lansia.

Tak hanya membagikan nasi bungkus untuk para lansia, Marijem juga memberikan popok sekali pakai, memandikan mereka, hingga memeriksa kesehatannya secara rutin.

“Ada seribu lebih lansia yang menjadi pendampingan kami. Namun untuk nasi bungkus harian  ada 25 orang,” jelasnya.

Diakuinya, semangat untuk terjun ke lapangan membantu lansia saja tidak cukup. Tantangan terbesar mereka adalah pendanaan.

Terutama untuk perawatan pasien kanker dan pendampingan ke rumah sakit. "Biaya untuk kontrol dan kemoterapi sangat besar, tapi kami berusaha semampu kami," ungkap Marijem.

          Marijem bersyukur tak jarang ada donatur yang membantu. Jika sedang zonk, dia juga harus tambel atau merogoh koceknya sendiri.

“Anggota ( tidak pernah saya bebankan karena mereka sudah meluangkan waktunya saja saya sudah bersyukur,” aku Marijem sembari menyebut pekerjaan anggota PPK rata-rata penjual pentol dan batagor.

          Meski menghadapi berbagai tantangan, Kartini Pare ini tak patah arang. Bersama anggotanya, dia bertekad untuk terus istikamah menjalankan misinya. Dia juga terus mengajak masyarakat berbagi tanpa merasa terbebani. “Slogan kami, kebahagiaan mereka (lansia) adalah kebahagiaan kami. Tidak akan pernah berhenti (membantu, Red),” tutupnya.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #sosok kartini #kartini masa kini #hari kartini #Hari Kartini 2025