Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Desenda Exel Andika Putri dan Obsesinya Meraih Emas di Ajang Porprov Jatim

Habibaham Anisa Muktiara • Rabu, 16 April 2025 | 22:31 WIB
Exel berlatih salah satu teknik senam lantai di GOR Jayabaya Kota Kediri.
Exel berlatih salah satu teknik senam lantai di GOR Jayabaya Kota Kediri.

Selalu tampil di ajang Porprov Jatim tak membuat Exel puas hati. Penyebabnya, dia belum pernah merasakan podium utama di nomor perorangan. Tahun ini hasrat itu coba dia penuhi.

HABIBAH A. MUKTIARA, Kota, JP Radar Kediri

Matras berwarna hijau tosca terhampar di salah satu lorong Gedung Olahraga (GOR) Jayabaya. Menjadi alas bagi beberapa pria dan wanita yang tengah melakukan gerakan-gerakan senam. Mencoba mencurahkan konsentrasi pada gerakan-gerakan sulit di bawah hiruk-pikuk GOR yang berlokasi di Jalan Raung, Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto tersebut. Kebetulan, di tempat yang sama tengah berlangsung kejuaraan taekwondo.

Mereka yang berada di matras itu adalah atlet senam di bawah Pengkot Persatuan Senam Indonesia (Persani) Kediri. Salah seorang di antaranya adalah Desenda Exel Andika Putri.

“Barusan selesai test untuk menuju porprov (pekan olahraga provinsi, Red),” ujar gadis yang biasa disapa Exel ini.

Kaus warna hitam yang dia kenakan masih terlihat basah. Keringat yang mengucur dari badannya belum sepenuhnya kering. Toh, remaja kelas 12 ini tetap terlihat segar dan bersemangat.

“Test ini untuk mematangkan persiapan,” lanjut gadis yang langganan tampil di Porprov Jatim ini.

Ya, ajang porprov bukan hal asing baginya. Tahun ini adalah kali keempat keikutsertaannya. Hebatnya, di semua penampilannya itu dia selalu membawa pulang medali.

“Pertama kali tampil di Porprov Jatim pada 2019,” ceritanya.

Saat event berlangsung di Gresik itu, Exel berhasil membawa pulang medali emas. Tapi bukan dari nomor perseorangan. Melainkan dari beregu.

Setelah itu, dia kembali terpilih mewakili Kota Kediri di ajang serupa pada 2022 lalu. Hasilnya, dia juga mendapat medali. Namun, medali perunggu untuk nomor perorangan. Meningkat menjadi medali perak di ajang porprov berikutnya, pada 2023 di Sidoarjo.

Belum berhasilnya dia meraih emas perseorangan membuatnya penasaran. Karena itu, ambisinya adalah mendapatkan pada tahun ini.

“Tahun ini optimistis mendapat medali emas untuk single dan trio,” ucapnya.

Modalnya tentu bukan sekadar angan-angan. Melainkan latihan keras yang telah dia lakukan. Termasuk, mencoba menghilangkan trauma rasa sakit dari sisa cederanya beberapa tahun silam.

Ya, anak pertama dari tiga bersaudara ini pernah mengalami cedera. Yang dia dapat ketika masih duduk di kelas empat. Cedera itulah yang masih memengaruhi performanya.

“Kadang tangan kanan ini masih terasa nyeri,” ucapnya, sambil menunjukkan bagian yang dikeluhkan.

Cedera itu didapat saat berlatih, berpasangan. Kebetulan, tumpuan tidak pas. Membuat partnernya tak kuat menyangga ketika membalik badan dan terjatuh.

“Bagian siku ini bergeser ke samping,” kenang anak pasangan Andik Santoso dan Siska Wulandari ini.

Untungnya, usianya masih sangat muda. Membuat proses penyembuhan mudah dan cepat. Hanya satu bulan dia sudah kembali berlatih. Meskipun,  trauma rasa sakit masih sering dia rasakan.

Di cabang senam Exel turun di nomor senam lantai aerobic gymnastic. Nomor ini sudah dia geluti sejak di bangku sekolah dasar. Tepatnya ketika masih kelas satu.

Saat itu sekolahnya tengah menjaring pesenam untuk lomba di tingkat kecamatan. “Pada saat itu guru saya melihat ada potensi buat ikut perlombaan tingkat kecamatan,” kenangnya.

Guru sekolahnya melihat potensi saat melihat Exel melakukan beberapa gerakan di senam lantai. Mulai dari gerakan split, rol depan, dan rol belakang.

Sebenarnya, sang ayah ingin Exel menjadi atlet sepak bola. Saat tahu putrinya mencoba olahraga senam lantai dia tetap memberi dukungan penuh.

Di level Jatim, Exel punya lawan bebuyutan. Pesenam asal Malang yang disebutnya memiliki kelebihan dalam hal power atau kekuatan.

Dengan pesaingnya itu Exel selalu bersaing ketat. Bila dia meraih emas, sang rival mendapat perak. Demikian pula sebaliknya.

Sebagai atlet senam Exel memiliki idola. Dia adalah atlet Jepang beranama Riri Kitazume. Atlet asal jepang ini menjadi motivasi Exel untuk meningkatkan kemampuannya. Videonya dia pelajari untuk meningkatkan kemampuan tekniknya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #persani #atlet