Menjadi dokter kecantikan tidak langsung terlintas di benak Maria Ayu Kristina Sari. Mulanya, dia ingin membuka praktik sebagai dokter umum. Namun, takdir membawanya ke posisinya sekarang.
Maria mulai bekerja sebagai dokter kecantikan di ERHA Skin Kediri sejak 2024 lalu. Perempuan asal Tulungagung ini sebelumnya sempat bekerja di ERHA Skin Surabaya. “Sebelumnya saya kerja di London Beauty Center Tulungagung. Karena suami lanjut S2 di Surabaya kami memutuskan pindah,” ceritanya.
Dia pindah ke Surabaya pada 2022 silam. Usai suaminya lulus, mereka kembali ke Tulungagung. “Kemudian tahun lalu ada lowongan dokter ERHA Kediri. Jadi saya mutasi hingga sekarang,” imbuh istri dari Mohammad Rosyidul Haq tersebut.
Ibu satu anak ini merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Jogja. Saat duduk di bangku kuliah, Maria sebenarnya belum ada keinginan terjun di dunia kecantikan. Dulunya dia ingin membuka praktik dokter umum.
Apalagi ketika masih berkuliah, Maria tidak hanya aktif di badan eksekutif mahasiswa (BEM) saja. Namun, dia juga aktif mengikuti Center for Indonesia Medical Students Activities (CIMSA) sub bidang Standing Committee on Human Rights and Peace. Salah satu kegiatan yang diadakan adalah pengobatan gratis.
“Namun yang paling menjadi pengalaman saya ketika internship selama satu tahun di RS Bhayangkara Tulungagung,” kenang anak pasangan Agus Trijono dan Sri Suwanti.
Setelah lulus kuliah, Maria mengurungkan niatnya untuk praktik dokter umum. Sebab dia ingin bekerja di bidang kecantikan. “Memang waktu dulu kecantikan memang tidak begitu dibahas ketika kuliah. Jadi pembahasannya hanya kesehatan kulit,” terang Maria.
Kebetulan pada saat itu dunia aesthetic mulai banyak diminati. Saat itu orang-orang mulai peduli dengan kesehatan kulit. Sehingga dia ingin lebih jauh mendalami tentang merawat kesehatan kulit.
Sebagai seorang yang lama terjun di dunia kecantikan, Maria sering mendapatkan pasien dengan kondisi parah. Salah satunya karena penyalahgunaan krim yang berbahaya. “Jadi mereka ini mencari dokter dalam kondisi yang sudah terlambat,” kata Maria.
Kondisi kulit wajah pasien kerap ditemui sudah dalam kondisi flek tebal. Warna kulitnya sudah hitam. Terkadang juga ada bintik-bintik putih. Hal tersebut banyak sekali ditemui.
Tidak hanya itu saja. Maria juga kerap menemukan hand body atau body lotion pencerah yang mengandung steroid. Padahal pemakaian tersebut dapat membuat stretch mark muncul. Padahal, itu tidak bisa dihilangkan seumur hidup.
“Kebanyakan usianya masih 20 tahun. Di usia tersebut kasihan kulitnya rusak karena penyalahgunaan,” ungkap Maria.
Sebagai dokter tentu saja dia selalu memberikan edukasi pada pasiennya. Selain itu, dia pun membuat artikel tentang perawatan yang sedang tren. Selain artikel, Maria juga membuat edukasi tentang tren kecantikan melalui video yang di share di media sosial instagram.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira