KEDIRI, JP Radar Kediri- Prestasinya di bidang matematika membuat Jocelyn Cheryl Setiobudi mampu menembus beasiswa di Hwa Chong International School, Singapura. Uniknya, bidang studi yang mengantarkannya ke Negeri Singa itu bukanlah pelajaran yang disukainya. Kecintaannya baru muncul berkat kemahiran sang adik.
"Awalnya biasa saja. Tidak terlalu tertarik (matematika, Red)," aku Jocelyn Cheryl Setiobudi.
Remaja yang akrab disapa Jocelyn itu tidak pernah menyangka bakal menjalani hari-hari di Singapura sebagai seorang pelajar. Buah hati pasangan Yimmy Stephanoes dan Afriana Tanri Sudarno ini sedang menuntut ilmu di salah satu SMA favorit di Singapura.
Baca Juga: Ini Sosok Maulana Dimas Satria, Atlet Tolak Peluru dan Lempar Cakram Asal Kota Kediri
Dia mendapat beasiswa hingga nanti kelas XII. Menariknya, gadis asal Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota ini sempat putus asa pada saat mendaftar. Sebab, pengumuman hasil seleksinya cukup lama, harus menunggu sebulan.
Salah satu syarat dia bisa masuk ke sekolah terbaik di Singapura itu berkat prestasinya di bidang matematika. Gadis kelahiran 2009 itu pernah meraih medali perunggu di Southeast Asian Mathematical Olympiad X (SEAMO X) 2025.
Baca Juga: Sosok Martine Ratna, Pincab BNI 46 Kediri yang Punya Cara Jitu Menghadapi Nasabah Komplain
Lalu dia juga membawa pulang medali emas dari event Future Intelligence Students Olympiad (FISO) 2024. Lalu medali perunggu di International Junior Math Olympiad (IJMO) 2024. Termasuk medali perunggu Asian Science and Math Olympiad (ASMO) 2024.
Deretan prestasinya itulah yang membuatnya bisa menembus beasiswa di Hwa Chong International School, Singapura. Dia bersemangat belajar di luar negeri berkat sang adik yang juga jago matematika.
Baca Juga: Sosok Imam Dahroni, Owner Pawon Mak Gomah yang Terinspirasi Masakan Rumah sang Ibu
Jocelyn harus mengakui jika awal ketertarikannya pada matematika itu berkat adiknya, Jesselyn Michelle Setiobudi. "Meimei (panggilan sang adik, Red) sering keluar negeri, sering traveling. Saya jadi iri, dari situ mulai tertarik (serius belajar matematika,” ujar Jocelyn yang akhirnya juga memutuskan untuk belajar ke luar negeri.
Perjuangannya untuk meraih sekolah dengan beasiswa penuh juga tidak mudah. Saat itu, ujian seleksinya berdekatan dengan ujian sekolah. Jocelyn nekat tetap ikut tes tulis di Jakarta. Demi mengejar impiannya sekolah di luar negeri.
Baca Juga: Mengenang 2 Tahun Mendiang Syabda Perkasa Belawa, Atlet Bulutangkis Tunggal Putra Indonesia
"Nekat ikut ujian International General Certificate of Secondary Education (IGCSE) karena kesempatan tidak boleh disia-siakan," aku sulung dua bersaudara itu. Menurut Jocelyn, adiknya punya peran penting memompa semangatnya untuk berprestasi dan sekolah di Singapura.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : rekian