Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Sosok Maulana Dimas Satria, Atlet Tolak Peluru dan Lempar Cakram Asal Kota Kediri

Emilia Susanti • Sabtu, 22 Maret 2025 | 09:30 WIB
Maulana Dimas Satria, Atlet Tolak Peluru dan Lempar Cakram Kota Kediri.
Maulana Dimas Satria, Atlet Tolak Peluru dan Lempar Cakram Kota Kediri.

 

KEDIRI, JP Radar Kediri - Maulana Dimas Satria bergelut di dunia cabang olahraga (cabor) atletik sejak belia.

Khususnya pada nomor tolak peluru. Lalu berbagai kompetisi tingkat daerah maupun nasional sudah diikutinya.

Terdekat, pria 22 tahun itu akan turut serta pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim) 2025.

“Saya akan turun di nomor tolak peluru dan lempar cakram,” kata pemuda yang akrab disapa Dimas ini.

Tak tanggung-tanggung, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri menargetkan medali emas kepadanya.

Tidak hanya satu melainkan dua medali emas sekaligus. Namun demikian, target tersebut seharusnya tidak terlalu susah.

Mengingat pada porprov sebelumnya dia sudah berhasil meraih juara satu untuk kedua nomor tersebut.

“Saat seleksi PON (pekan olahraga nasional) lolos. Tetapi nggak diberangkatkan,” cerita Dimas yang sudah mengikuti porprov sebanyak dua kali.

Ya, porprov tahun ini akan menjadi yang ketiga kalinya bagi Dimas. Sekaligus menjadi porprov terakhir yang akan diikutinya.

Kendati demikian, dia tetap menjalani program latihan yang sudah disusun oleh pelatihnya. Yakni pada Senin sampai dengan Sabtu.

Mengenalnya lebih jauh, Dimas ternyata memulai karir atletnya sejak duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar (SD).

Namun kala itu dirinya belum bergabung ke KONI Kota Kediri. Hanya sebatas mengikuti lomba O2SN mewakili sekolahnya.

Sementara, lomba yang diikutinya yakni tolak peluru. “Dari situ dilirik sama KONI,” aku pemuda lulusan SMA Negeri 8 Kota Kediri ini.

Sejak saat itulah Dimas terus berlatih hingga menjadi atlet seperti sekarang ini. Tentu saja rasa bosan atau lelah pernah dirasakannya.

Dan ketika itu terjadi, istirahatlah yang menjadi obatnya. Baginya, hanya dengan tidur bisa mengembalikan semangatnya lagi.

“Sudah fresh lagi. Dari pada nganggur (kalau tidak latihan, red). Dan di sini juga ketemu teman, jadi asyik,” katanya.

Uniknya, Dimas juga memiliki aktivitas selain menjadi atlet. Ternyata, di rumahnya dia memiliki bisnis ternak kambing.

Saat ini, total kambing yang ada di kandangnya sudah ada delapan ekor. Menariknya, modal awal dari bisnisnya ini berasal dari bonus yang dikumpulkan dari medali yang diraihnya.

“Iya dari situ (bonus, red),” jawabnya. Menurutnya, bonus yang didapatkannya tidak boleh habis begitu saja.

Karena itulah dia memutar hasil dari jerih payahnya sebagai atlet untuk berternak. Bisnis itu akan digunakan untuk memenuhi kebutuhannya dan orang tuanya.

“Jadi saya belajar (usaha ternak, red) sendiri, lihat teman-teman di dekat rumah. Awalnya pernah sapi, ternyata nggak jodoh. Baru menghasilkan di kambing,” cerita anak bungsu dari tiga bersaudara ini.

Dimas sendiri mengaku tak ada cita-cita khusus sejak kecil. Menjadi atlet atau pengusaha juga belum ada dibenaknya. Yang jelas, Dimas kecil berkeinginan menjadi orang sukses. “Ya mengalir aja,” tandasnya.

 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Andhika Attar Anindita
#porprov #Sosok #inspiratif #lempar cakram #tolak peluru #kota kediri