Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sosok Imam Dahroni, Owner Pawon Mak Gomah yang Terinspirasi Masakan Rumah sang Ibu

Syaikhu Aliya Rahman • Jumat, 21 Maret 2025 | 19:10 WIB
Imam Dahroni, owner Pawon Mak Gomah Kediri.
Imam Dahroni, owner Pawon Mak Gomah Kediri.

JP Radar Kediri - Bagi Imam Dahroni, sosok ibu adalah anugerah Tuhan yang tak ternilai. Peran ibu selalu menjadi inspirasi dalam segala hal.

Termasuk dalam menjalankan usaha. Doa ibu selalu menjadi spirit baginya untuk terus berusaha mengembangkan bisnis yang dijalankan.

Pawon Mak Gomah adalah satu bukti betapa pentingnya peran seorang ibu yang selalu menyertai anaknya dalam berbisnis.

Imam mendirikan rumah makan Jawa bernuansa joglo pinggir sawah bukanlah tanpa alasan. Dia mengaku terinspirasi dari sosok sang ibu. Bukan dari konsep restonya. Namun cita rasa khas dari menu-menu masakan yang dihidangkan.

Semua terinspirasi dari kerinduan masakan rumah buatan ibu yang tak bisa disamakan rumah makan manapun.

“Kalau sudah pulang ke Trenggalek, saya rindu masakan ibu, rasanya enak dan ngangenin,” jelas alumnus Madrasah Aliyah Tribakti Lirboyo Kediri ini.

Tak heran, kini Pawon Mak Gomah menjadi rumah makan yang kian digandrungi masyarakat Kediri dan sekitarnya.

Cita rasa khas masakan tradisional rumahan menjadi andalan rumah makan yang berlokasi di Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri ini.

Tepatnya di komplek sekitar GOR Joyoboyo Kota Kediri. Resep, cara masak hingga penyajian menu didapat dari belajar langsung kepada sang ibu. Bahkan nama Mak Gomah terinspirasi dari nama sang Ibu yakni “Alqomah” atau Mak Qomah. “Di Trenggalek ibu akrab dipanggil Mak Gomah,” ungkapnya.

Sejak kecil, Imam memang sudah hobi meracik masakan. Dia selalu mengamati ketika sang ibu membuat masakan.

Kegemarannya memasak terus ia asah saat belajar di pondok pesantren. Sejak bangku SMP, Imam sudah belajar hidup mandiri dengan menuntut ilmu di penjara suci.

Keuletan Imam mendorongnya untuk terus mandiri secara finansial.

Baca Juga: Mengenang 2 Tahun Mendiang Syabda Perkasa Belawa, Atlet Bulutangkis Tunggal Putra Indonesia

Imam juga pribadi yang suka berbisnis. DNA pengusaha sudah tertanam sejak bangku SMA.

Usaha awal yang dia rintis saat remaja adalah menjual minuman legen. Di Ponpes Lirboyo, dia menuntut ilmu dan mengasah keterampilan bisnisnya.

Keterbatasan akses di pondok bukanlah halangan baginya. Waktu berlibur dan istirahat selalu ia korbankan untuk mengembangkan bisnisnya.

“Waktu itu saya jual motor untuk bisa membuka usaha,” ungkapnya.

Imam juga merupakan pribadi yang ulet dalam belajar. Di samping kesibukannya yang padat, dia juga terus berkonsentrasi di jenjang sekolah.

Banyak bisnis ia rintis sembari berkuliah hukum di Universitas Islam Kadiri. Belajar dan menggapai gelar studi ia geluti hingga sukses meraih gelar magister hukum.

“Saya juga punya keinginan untuk lanjut S3,” ungkapnya.

Dalam berbisnis, Imam mengalami pasang surut. Pernah suatu ketika, dia ditipu rekan bisnis hingga membuatnya terpaksa menguras tabungan dan aset.

Namun hal itu dijalankan dengan penuh ketekunan dan terus melakukan evaluasi. Kini Imam sukses mengelola sejumlah bisnis. Tak hanya di bidang kuliner, tapi juga sektor usaha lainnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel. 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #masakan rumahan #sosok inspiratif #kuliner kediri #kuliner kediri raya #Pawon Mak Gomah #jawa pos