KEDIRI, JP Radar Kediri - Hakim resmi menjadi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kediri awal Februari ini.
Meski masih berumur 30 tahun, dia dipercaya mengemban tugas tersebut. Hakim mengawali karirnya sebagai atlet karate.
Dia mengaku sudah mengikuti berbagai kompetisi. Sudah mendapat banyak prestasinya didapatkannya. “SMA saya fokus di bela diri, karate,” kenangnya.
Dalam ajang pertamanya, Hakim mendapat juara dua. Setelahnya, Hakim terus menggeluti cabor ini. Dia mengaku sudah berkali-kali mengikuti gelaran porprov sejak 2011 silam.
Lalu pada 2019, pria asal Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri ini tidak lagi berstatus sebagai atlet.
Dia berganti peran menjadi pelatih. Menariknya, karirnya sebagai pelatih juga moncer. Menariknya, ternyata Hakim tidak hanya jago karate.
Ternyata, dia juga menguasai beberapa olahraga lainnya. Mulai dari catur, sepak bola, voli, renang, dan masih ada beberapa lainnya.
Semua olahraga itu digelutinya sebelum fokus pada karate saat SMA. Bahkan, dia sempat mengikuti sekolah sepak bola (SSB) Mahesa Darma Ngasem saat masih duduk di bangku SMP.
Tak hanya itu, orang tuanya juga sempat mendatangkan pelatih catur. Lantaran dirinya akan mengikuti kompetisi catur.
“Saat sekolah saya juga ikut ekstra kurikuler olahraga di sekolah,” kenang pria yang dulunya bersekolah di SMA Negeri 4 Kota Kediri.
Karenanya, Hakim terbilang multitalenta. Apalagi, jurusan kuliahnya tak linier dengan apa yang digelutinya saat ini. “Saya ambil kuliahnya jurusan hukum di Universitas Islam Kadiri,” jelasnya.
Apa yang digeluti saat ini jauh dari cita-citanya saat kecil. Hakim sangat berambisi menjadi tentara. Pasalnya, kakenya dulu seorang tentara.
Dia mengagumi sosok kakeknya yang disiplin itu.
“Akhirnya termotivasi jadi tentara. Tetapi Tuhan berkata lain,” canda anak pertama dari empat bersaudara ini.
Menurut Hakim, keluarganya tidak ada yang terjun di dunia olahraga. Namun, mereka gemar berolahraga. Bahkan, di rumahnya dulu memiliki meja tenis.
“Keluarga besar itu ada yang main tenis meja. Tetapi dari kakek saya itu yang utama pendidikan, jadi hanya sekadar hobi,” jelasnya.
Di awal kepemimpinannya, Hakim langsung dihadapkan pada ajang olahraga besar. Yakni Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim) 2025.
Tak ayal, ini menjadi tantangan besar baginya. Hakim mengaku ingin membawa cabor-cabor yang ada di Kabupaten Kediri bisa berprestasi.
Tak hanya itu, dia ingin membuat event olahraga tahunan di Bumi Panjalu. “Potensi atlet-atlet di Kabupaten Kediri sangat besar,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita