KEDIRI, JP Radar Kediri - Sheila Qinna Rossalinda dikenal aktif di dunia pageant. Dia juga seorang konten kreator yang kerap memberikan edukasi.
Tak sekadar mengejar eksistensi. Ada misi mulia yang dia bawa. Yakni ingin mengajak masyarakat, khususnya anak muda gemar membaca.
Perempuan yang akrab disapa Qinna itu merasa sedih dengan kondisi masyarakat sekarang. Terutamanya anak muda. Banyak anak muda yang minim literasi.
"Miris dengan kondisi anak muda sekarang yang tidak suka membaca," jelas gadis asal Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri tersebut.
Tidak hanya itu, menurutnya, influencer yang mengedukasi terkait pentingnya literasi juga masih sedikit. Terlebih konten kreator yang mengedukasi bahwa membaca itu menyenangkan.
Sehingga, ajakan gemar membaca, khususnya bagi anak muda masih minim. Hal itu yang membuat hatinya tergerak.
Dia ingin mengedukasi anak muda mengenai pentingnya membaca. "Selain itu ingin menunjukkan pada mereka bahwa membaca itu asik dan menyenangkan," aku gadis kelahiran 2002 itu.
Namun, perjuanganya hingga menjadi Duta Literasi Pendidikan Indonesia Tervaforit 2023 serta konten kreator edukasi tentunya tidak mudah. Ada perjalanan panjang yang harus dia lewati.
Mulanya, karena sejak kecil Qinna suka menggambar. Dia pun terus mengasahnya sampai dia bisa berseni di media digital.
Putri dari Sugino dan Siti Kotimah itu memulai karirnya di sana. Dengan berbisnis menggambar media digital.
"Saat itu SMP, lumayan menghasilkan banyak uang," aku perempuan yang hobi membaca itu. Dari sana awal mula Qinna belajar menjadi konten kreator.
Karena skill-nya di dunia desain grafis dan gambar digital itu, dia bisa bekerja di salah satu perusahaan.
Bidangnya sosial media management. Mulai dari membuat konten, mendesain untuk feed Instagram, hingga menjadi talentnya.
Karena konten yang dibuatnya itu sering banyak viewer, dia jadi lebih tekun untuk ngonten. Termasuk membuat kontennnya sendiri.
"Awalnya buat konten kata-kata gitu. Berikutnya lanjut review buku. Terus merambah lagi di konten fashion dan kecantikan. Terus berikutnya juga konten edukasi," terang Qinna.
Berbekal pengalaman itu, dia mulai jadi konten kreator edukasi. Qinna memberanikan diri untuk ikut duta literasi pendidikan indonesia. Untuk mewujudkan mimpinya, agar bisa mengajak banyak anak muda gemar membaca.
Tentunya tidak mudah. Karena modal pengalamannya juga tidak banyak. Bahkan bisa dibilang hanya modal nekat.
"Kesulitannya lebih ke komunikasinya. Tidak terlalu mahir berbicara di depan publik secara langsung. Jadi harus belajar itu dulu," terangnya.
Untuk mengasah kemampuan public speaking, dia punya cara. Yang pertama dengan memahami materi yang akan dibawakan terlebih dahulu.
Setelahnya dia praktik berbicara. Mulai dari berbicara di depan cermin hingga berbicara sendiri saat berkendara di jalan.
"Kemudian saat di stage, agar tidak grogi, senyum ke penonton. Jadinya grogi hilang," terangnya.
Berkat keuletan tekadnya itu, serta kerja kerasnya, dia pun berhasil meaih gelar terfavorit dalam Duta Literasi Pendidikan Indonesia 2023. Berbekal tekat kuatnya, Qinna mengalahkan sekitar 80 kontestan lain dari seluruh Indonesia.
Editor : Andhika Attar Anindita