Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hadian Anton Fauzi, Pelatih Sepak Bola Spesialis Kelompok Umur yang Tangani Senior

Emilia Susanti • Minggu, 19 Januari 2025 | 04:58 WIB

Hadian Anton Fauzi
Hadian Anton Fauzi
 

KEDIRI, JP Radar Kediri- Bila menyebut nama Hadian Anton Fauzi, penyuka sepak bola era milenial mungkin tak mengenal.

Namun, bagi bolamania era 1990-an, akan pernah mendengar namanya. Karena pria ini adalah mantan pemain Persebaya Jr dan Persedikab.

Sejak pensiun dari pemain, Anton-demikian dia biasa disapa-tak pernah lepas dari si kulit bulat. Menjadi pelatih. Kini, dia didapuk untuk menukangi salah satu tim Liga 4 Jatim asal Kediri, Inter Kediri.

Ditemui di Lapangan Desa Janti, Kecamatan Wates, Anton tampak santai menunggu para pemainnya datang latihan.

Saat itu, dia mengenakan kaus biru dengan training warna hitam. Di tangannya terpasang peluit yang pengaitnya melingkar di jari, persis cincin.

Tak lama kemudian, dia pun membunyikannya. Priiitttttt, latihan pun mulai. Mengenal lebih dalam, pengalaman melatihnya tidak boleh disepelekan.

Mulai dari kejuaraan di tingkat provinsi hingga nasional. Pria ini pernah membawa tim Danone U-12 Indonesia ke Perancis. Merasakan lapangan yang dipakai klub ternama Paris Saint Germain (PSG). “Itu tahun 2008,” kenangnya.

Jika jeli melihat riwayat tim yang dilatih, ternyata Anton bisa dibilang pelatih spesialis usia dini. Khusuanya usia 15 tahun.

Dia seakan menjadi langganan sebagai pelatih dalam kompetisi seperti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) ataupun Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS).

Sementara, dirinya kini sudah mengantongi lisensi kepelatihan B. “Dulu saya juga pemain, posisinya striker barengannya dengan Harianto di Persik. Tapi ketemunya pas di Persebaya,” katanya pria yang juga guru di SMA Negeri 2 Kota Kediri ini.

Selain itu, Anton juga mengaku pernah membela tim Bledug Kelud-julukan Persedikab Kediri. Di sana dia seangkatan dengan striker Mursalim dan Musikan.

Sayangnya, dia mengalami cedera lutut. Membuatnya harus gantung sepatu. Namun demikian, dia tetap menggeluti dunia sepak bola dengan menjadi pelatih.


“Saya melatih di 1999, membantu Kediri Putera,” ceritanya sembari menyebut pernah mengikuti kompetisi sepak bola yang diadakan Jawa Pos Radar Kediri.

Karenanya, pahit manis sebagai pelatih sudah dirasakannya. Meski karakter pemain dari generasi sekarang berbeda, Anton menikmatinya. Dan kini, melatih sudah menjadi hobinya.

“Ingin berbagi ilmu ke anak-anak muda dan bermanfaat,” tandasnya sembari menyebut dirinya ingin membawa Inter Kediri lolos ke Liga 3.

Editor : Andhika Attar Anindita
#radar kediri #inter kediri #pelatih