KEDIRI, JP Radar Kediri - Dunia kecantikan tidak ada matinya. Selalu saja ada yang baru. Mulai dari make-up, perawatan kulit, rambut, gigi hingga kuku. Semuanya terus berkembang sesuai kebutuhan zamannya.
Tingginya minat pada dunia kecantikan itu ditangkap oleh Ria Purbiati sebagai pasar yang harus diambil. Sebab, ini adalah peluang untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Membidik pasar kecantikan untuk memperkuat ekonomi masyarakat itu sesuai dengan bidang komisi II yang digawanginya di DPRD Kabupaten Kediri.
"Sektor kecantikan itu sudah menjadi kebutuhan. Karena itu tidak ada matinya,” ungkap politisi perempuan yang didapuk sebagai Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kediri.
Ria -sapaan akrab Ria Purbiati, memandang sektor kecantikan memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Tidak hanya memenuhi pasar lokal tapi juga nasional.
"Karena selalu saja muncul tren baru menyesuaikan zamannya," tandasnya.
Lantas apa yang dapat dilakukan? Masyarakat bisa memanfaatkan peluang di jasa kecantikan atau membuka layanan perawatan kecantikan, seperti salon, spa, hingga klinik kecantikan.
Agar pengelolaannya dilaksanakan secara profesional maka pelaku usahanya perlu dibekali dengan berbagai kemampuan.
Tidak hanya mahir di bidang kecantikan, pelaku usaha juga harus mampu memanajemen bisnisnya.
Sudah banyak contoh orang yang pandai merias tapi karena tidak punya kemampuan manajemen bisnis yang baik hasilnya tidak bisa maksimal.
Itu sebabnya orang yang punya skill di dunia kecantikan hanya bisa menjadi pekerja. Penyebabnya karena tidak punya bekal manajemen bisnis yang baik.
Problem tersebut kerap terjadi setelah pemerintah daerah memberikan pelatihan.
Oleh sebab itu, Ria memimpikan dapat memberikan pelatihan secara komprehensif kepada mereka yang ingin bergerak di bidang kecantikan. Artinya bukan hanya melatih skill di bidang kecantikan tetapi juga manajemen bisnisnya.
“Pelatihan bisnis dan kecantikan ini khususnya untuk perempuan," tegasnya.
Dia menyebutkan, target yang harus dicapai dari pelatihan ini harus lebih luas.
Selain memahami tren dan inovasi produk kecantikan skincare, kosmetik, dan perawatan rambut, warga yang ikut pelatihan haru mampu memasarkan produknya.
Sekarang pemasaran bisa dilakukan secara online melalui platform e-commerce.
Dia meyakini, jika program pelatihannya dikerjakan dengan serius maka peluang untuk mengurangi angka pengangguran bisa segera diraih.
"Kami juga akan beri pelatihan digital marketing sesuai tren saat ini," tutup Ria.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah