Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sosok Valentina Dian Indriani, Instruktur Pole Dance Bersertifikat Internasional

Emilia Susanti • Minggu, 15 Desember 2024 | 17:20 WIB

Photo
Photo

JP Radar Kediri - Aktivitas yang dijalani Valentina Dian Indriani bermula dari hobinya berolahraga. Kala itu, sekitar satu tahun yang lalu, dia ikut kelas pole dance yang berada di Surabaya.

Perempuan yang kerap disapa Valen itu selalu merasa tertantang dengan teknik baru. Karena banyaknya teknik membuat dia semakin mendalami ilmu dari olahraga ini. 

Perjalanannya hingga berhasil memegang sertifikat dance pole internasional penuh dengan tantangan. Berawal dari komunitas Yoga, Valen mengalihkan kebiasaan olahraganya ke pole dance. 

"Pole dance itu olahraga yang harus menggunakan alat bantu tiang untuk kontak dengan kulit. Itu kenapa harus pakai pakaian yang seminim mungkin," terang Valen saat ditemui di studionya pada Jumat (13/12) kemarin.

Pada saat berada di tiang, orang memeragakannya gerakannya seperti menari dan berputar memegang. 

Baca Juga: Ini Sosok Kanit Gakkum Satlantas Polres Kediri Kota Ipda Andi Anang Dwi Fauzi Sulaiman

Sialnya, olahraga yang membuatnya merasa tertantang itu belum ada di Kediri. Untuk dapat menekuni olahraga itu, dia rutin pulang pergi (pp) dari Kediri ke Surabaya.

Menurut Valen, olahraga pole dance ini biasanya ada di kota-kota besar saja. 

Perjuangan Valen engikuti kelas pole dance terbilang cukup keras. "Jadi selalu saya catat (agenda ke Surabaya, red)," ujarnya sembari menunjukkan catatan jadwal keberangkatan keretanya. Dia berangkat ke Surabaya setiap hari Minggu. 

Agar tidak merepotkan orang lain, Valen pergi ke Surabaya menggunakan transportasi kereta api. Lalu, dia masih harus menunggu kelasnya dimulai kurang lebih 1,5 jam.

Setelah menjalani kelas kurang lebih 1,5 jam, dia kembali ke Kediri juga dengan naik kereta.

Baca Juga: Sosok Muji Rahayu, Pemilik Skincare Pifa Beauty dan Ayyana Mode

Namun demikian, semua aktivitas pole dance itu dilakukan atas persetujuan suaminya. Karena situasi itulah, dia akhirnya memutuskan untuk mengambil sertifikasi untuk menjadi instruktur.

Dengan harapan bisa buka sendiri di Kediri tanpa harus bersusah payah ke Kota Pahlawan.

"Jadi saya ikut sertifikasi di Jakarta dan sertifikatnya itu diakui secara internasional," aku ibu dua anak itu kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.

Setelah mengantongi sertifikat, Valen lalu mempersiapkan buka studio sendiri. Tentu sebelum membuka, dia harus berdiskusi dengan sang suami yang selalu memberinya support. 

Ketika itu, persiapannya pun tidak gampang. Sebab, tiang yang merupakan media utama di olahraga ini harus impor.

Valen mendatangkannya langsung dari Amerika. Harganya mencapai belasan juta rupiah. Tak hanya itu, studio yang berada di lantai dua rumahnya juga didesain sedemikian rupa hingga tampak estetik. 

Dan yang tidak kalah penting adalah kebersihan studionya harus selalu terjaga. "Saya ingin orang-orang yang ada di Kediri atau sekitarnya itu tidak jauh-jauh ke Surabaya kalau mau pole dance," lanjutnya

Baca Juga: Percobaan Bunuh Diri Satu Keluarga di Ngancar Kediri, Keinginan Mengakhiri Hidup justru Datang dari sang Istri

Baginya, pole dance bukan sekadar olahraga ataupun hobi. Lebih dari itu, Valen mendapat banyak manfaat dari aktivitas ini. Adalah untuk mengontrol emosi atau melatih kesabaran.

Sekaligus sebagai sarana untuk introspeksi diri. Meskipun semuanya harus dibayar dengan lecet-lecet di tubuh akibat gesekan kulit dengan tiang.

"Makanya pada bilang  ke saya gini beautiful is pain. Itu benar ya"," candanya.

Selain sebagai instruktur yang harus mahir mengajarkan teknik kepada member, Valen pun seolah menjadi motivator dadakan.

Baca Juga: Indira Pratiwi Rela Tinggalkan Voli Demi Jadi Atlet Lontar Martil dan Lempar Cakram di Kota Kediri

Pasalnya, agar membernya bisa pole dance, dirinya harus bisa meyakinkan kepada orang yang diajarnya.

"Pole dance itu harus bisa mengerti apa yang ada didalam diri sendiri. Jika belum mengerti itu maka tidak akan bisa pole dance," tandasnya.

Studio yang baru dibuka pada September lalu, kini membernya sudah berjumlah 15 orang. Dia yakin peminat olahraga ini pasti banyak di Kediri.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #Pola Dance #Dance #Valentina Dian Indriani #perjuangan #Instruktur Dance #jawa pos #kota kediri