Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah Sosok Arsa Yulian Agatha, Anggota Polri yang Juga Atlet Taekwondo

Novanda Nirwana • Jumat, 1 November 2024 | 18:28 WIB

 

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri-Malam itu, arsa Yulian Agatha duduk di ruang penjagaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri. Anggota polisi berpangkat brigadir dua (bripda) ini mengamati dengan cermat suasana kantor penyelenggara pemilu yang ada di Jalan Jaksa Agung Suprapto tersebut.

Meskipun, suasana saat itu lengang. Tugas patrolinya saat itu yang membuatnya harus tetap waspada.

Sehari-hari, Arsa bertugas di satuan Samapta Polres Kediri Kota. Tugas yang dia lakoni sejak Agustus tahun lalu. Berpatroli setiap malam adalah salah satu tugasnya.

Arsa bukanlah anggota polisi biasa. Dia juga seorang atlet taekwondo. Memiliki segudang prestasi dari berbagai kejuaraan.

Terbaru, Arsa meraih medali perak di ajang Kapolri Cup 2024. Hasil yang mengantarkannya mendapat penghargaan dari instusinya, Polres Kediri Kota, serta Polda Jatim.

“Kejuaraannya Maret kemarin,” terang pemuda berusia 22 tahun ini.

Arsa yang tampil di kategori kyorugi TNI-Polri under 68 kilogram, punya cerita panjang mengapa ‘terpaksa’ meraih medali perak.

 Baca Juga: Sosok Souraiya Farina Alhaddar, Direktur Persik dan Kecinta pada Olahraga Sepak Bola

Ada kendala fisik yang membuatnya tak bisa tampil  maksimal. Yaitu, dia terlibat insiden kecelakaan yang membuat tangannya terluka.

“Dua tangan ini bengkak,” ucapnya. Saat menceritakan itu, dia menunjukkan kedua tangannya.

Untungnya, saat insiden tersebut terjadi, masih tiga bulan sebelum kejuaraan. Karena itu, dia berupaya untuk melakukan penyembuhan.

Hasilnya, satu bulan sebelum kejuaraan tangannya mulai membaik. Setidaknya bisa dia gunakan untuk berlatih lebih keras.

Ketika kejuaraan berlangsung, sejatinya kondisinya belum sepenuhnya pulih. Namun, dia masih bisa bertarung.

Sayangnya, ada insiden yang membuat luka itu kembali terasa. Lawannya  menendang bagian yang sudah dia beri pelindung tersebut.

“Pelindungnya tak sengaja meleset. Jadi kena pergelangan tangan kiri, bekas kecelakaan,” terangnya. Kondisi tangan yang sakit itulah yang membuatnya harus puas mendapat medali perak.

Bila terkait kejuaraan taekwondo, Arsa juga punya banyak cerita menarik. Salah satunya adalah soal berat badan.

 Baca Juga: Miliki Jiwa Sosial Tinggi, Dinar Anggry Andina Setiap Jumat Rutin Berkeliling Kediri Mencari ODGJ

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Pernah dia turun di kelas 66 kilogram. Namun, saat timbang badan, beratnyamasih 67 kilogram.

“Jadilah saya harus segera menurunkan berat badan saat itu juga,” ujarnya mengenang kejuaraan di salah satu kampus di Surabaya pada 2020 itu.

Apa yang dilakukannya? Arsa berlari mengelilingi lapangan kampus tersebut. Mengenakan jaket hingga tiga lapis. Setelah dia timbang, masih kurang 0,3 kilogram lagi menuju ideal.

“Akhirnya saya masuk ke Elf (Isuzu Elf, Red) kemudian semua pintu dan jendelanya ditutup. Sudah seperti sauna,” ujarnya sambil tertawa, mengenang kejadian tersebut.

Tak heran bila Arsa punya kemampuan tinggi di beladiri taekwondo. Olahraga ini sudah dia geluti sejak di bangku sekolah menengah atas (SMA). Sejak itu, sudah banyak prestasi yang dia dapatkan.

“Saya ikut taekwondo sejak kelas 10,” ujar alumnus SMAN Boyolangu Tulungagung ini.

Olahraga inilah yang mengantarnya mengapai cita-citanya sejak kecil, menjadi polisi. Meskipun, dia harus melakukannya beberapa kali karena pernah gagal.

 

“Ketika hendak UN (ujian nasional, Red) ada rekrutmen polisi jalur prestasi. Saya mendaftar tapi hanya sampai pantukhir (pemantauan akhir, tes paling akhir sebelum dinyatakan lolos, Red).

Gagal di jalur prestasi, dia mencoba jalur umum. Tapi, lagi-lagi dia gagal. Hingga sempat membuatnya putus asa dan tidak ingin melanjutkan upayanya meraih cita-cita masa kecilnya itu.

Namun, orang tuanya meyakinkannya. Agar mencoba sekali lagi.

“Akhirnya saya coba lagi jalur prestasi dengan prestasi yang terbaru. Kalau saat itu tidak lolos saya sudah tidak mau daftar lagi. Tapi akhirnya lolos juga,” kenangnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #arsa yulian agatha #jawapos #atlet taekwondo #Sosok