Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Perempuan Cantik Asal Kota Kediri Ini Sukses Jadi Eksportir Tanaman Hias sekaligus Dosen, Begini Kisah Inspiratifnya

Ayu Ismawati • Minggu, 6 Oktober 2024 | 03:30 WIB
INSPIRATIF: Dara berpose di depan tanaman hias miliknya di Kota Kediri.
INSPIRATIF: Dara berpose di depan tanaman hias miliknya di Kota Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Made Ayu Dusea Widyadara adalah contoh perempuan yang bisa memanfaatkan peluang.

Di saat ekonomi lokal sedang tidak baik-baik saja, perempuan asal Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kota itu berani berjudi.

Dia berani mengambil peluang bisnis di pasar internasional. Dara—sapaan akrabnya—dikenal sebagai seorang dosen Teknik Informatika di Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri.

Di sisi lain, dia juga seorang pebisnis yang sukses lewat jalan ekspor tanaman hias.

“Total sudah lebih dari 20 negara sepertinya. Tapi kalau yang rutin itu dari US (Amerika Serikat, Red), Jerman, Chile, sama UK (United Kingdom, red),” kata Dara.

Dari hub atau tempat transit itu, tanaman hias yang mayoritas tanaman tropis itu disalurkan kembali ke pembeli. Untuk mencapai titik ini, jalan yang harus dia lalui tentu tak selalu mulus.

Menjadi eksportir tanaman hias pertama di Kota Kediri tentu banyak trial and error yang dia lalui.

Setiap pengiriman produk harus menyesuaikan aturan masing-masing negara yang dituju.

Pasalnya, tak sedikit negara yang menerapkan aturan ketat dalam pengiriman tanaman hidup.

Belum lagi faktor tak terduga selama pengiriman yang beberapa kali menyebabkan tanaman rusak saat tiba di negara tujuan.

Salah satunya, tanaman membeku dan rusak selama pengiriman yang dilakukan di akhir tahun.

Pengalaman sebelumnya, setiap akhir tahun dia pasti merugi. Mulai dari 2020 sampai 2023.

“Kita kirim banyak, tapi kalah di ekspedisi. Akhirnya tanaman rusak dan harus dihancurkan. Dan itu tidak sedikit,” kenang perempuan kelahiran 1988 itu.

Meski telah menggeluti bisnis itu sejak 2019, bukan berarti prosesnya selalu mulus.

Regulasi impor-ekspor negara-negara di dunia pun juga terus mengalami perubahan. Akibatnya, selalu ada paket yang dijadikan tumbal.

“Pernah sekali gagal pengiriman itu kita rugi 3.500 dolar. Sempat ingin berhenti juga karena sudah boncos (rugi, Red) sekali ini. Tapi sayang, selalu ada buyer-buyer lain yang sudah menunggu juga,” aku alumnus UNP Kediri itu.

Selain menjadi eksportir tanaman hias, Dara juga masih aktif mengajar sebagai dosen. Itupun di bidang yang sama sekali berbeda dengan bisnisnya saat ini.

Sejak 2017 lalu, dia mengajar Teknik Informatika di kampus UNP Kediri di bidang pemrograman website.

“Awalnya pun saya nggak suka tanaman. Tapi kata ibu saya, ada tanaman yang mahal dan bisa dijual, akhirnya tertarik untuk coba jualan,” kenangnya.

Tak tanggung-tanggung, Dara langsung membidik pasar internasional. Ibu tiga anak itupun memanfaatkan berbagai matketplace.

Mulai dari lokal di sekitar Kota Kediri, hingga mendatangkan dari luar negeri seperti Thailand.

Dengan menyasar pasar internasional, menurutnya peluang keuntungannya juga lebih besar.

Beberapa masyarakat di negara empat musim punya kecintaan tersendiri dengan tanaman tropis. Namun tidak bisa membudidayakan sendiri di sana.

Belum lagi, harga jualnya yang otomatis lebih tinggi di luar negeri karena nilai kurs uang yang lebih tinggi.

“Waktu covid itu pas banter-banternya kirim ke luar negeri. Bisa puluhan tiap hari,” ungkapnya.

Dengan begitu, cuan atau keuntungan yang dihasilkan pun jauh lebih besar dibandingkan ekspor produk lainnya.

Sebut saja seperti ekspor kaos yang juga pernah dia tekuni sebelum beralih ke tanaman hias.

Ilmu dan pengalamannya itu juga tak dia simpan sendiri. Beberapa kali dia diminta untuk mengisi pelatihan yang diadakan dinas pertanian.

Tujuannya untuk memantik semakin banyak masyarakat. Syukur-syukur, bisa mencoba peruntungan dengan membidik pasar internasional lewat kegiatan ekspor seperti yang dilakukannya.

“Biasanya kendalanya itu di nggak dapat buyer. Atau merasa ribet di aturan negara tujuan.

Tapi sebenarnya peraturan itu semua sudah diinformasikan Balai Karantina,” tandasnya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #radar #dosen #tanaman hias #sukses #eksportir #perempuan #cantik #inspiratif #jawa pos