Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Gus Lik: Kiai Kharismatik nan Bersahaja, Teladan bagi Semua Orang

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Senin, 23 September 2024 | 19:27 WIB
Kiai Kharismatik nan Bersahaja, Teladan bagi Semua Orang
Kiai Kharismatik nan Bersahaja, Teladan bagi Semua Orang

KEDIRI, JP Radar Kediri - Bagi tokoh-tokoh lainnya, Gus Lik dikenal sebagai orang yang tidak ada duanya. Dia juga merupakan tokoh teladan bagi seluruh orang.

Seperti yang diucapkan oleh Ketua PCNU Kabupaten Kediri KH Muhammad Ma'mun. Yang mengatakan Gus Lik adalah orang yang bersahaja. Yang selalu ikhlas dan istikomah dalam membimbing masyarakat.

“Seorang tokoh yang mungki­­­n hari ini tidak ada yang lain, tidak ada duanya,” puji laki-laki yang akrab disapa Gus Ma'mun ini.

Menurutnya, Gus Lik juga merupakan penyambung antara para ulama-ulama sepuh di Kediri dengan ulama yang lebih muda seperti dirinya.

Karena itulah, Gus Ma’mun merasa sangat kehilangan. Tidak hanya itu, menurutnya, kehilangan juga dirasakan oleh masyarakat umum, khususnya para jemaah.

“Seluruh masyarakat utamanya di Kediri sangat kehilangan sosok panutan yang bisa betul-betul menjadi uswatun khasanah. Menjadi contoh dan panutan yang dapat ditiru dalam segala hal yang beliau lakukan di dalam sehari-hari,” terang Gus Ma’mun, sembari menyebut bahwa Gus Lik memiliki sifat tawadhu yang tinggi.

Hal serupa diungkapkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri Achmad Faiz.

Menurutnya, Gus Lik merupakan sosok alim yang luar biasa. Gus Lik sangat mumpuni dan banyak memberikan bimbingan, arahan, serta petunjuk pada masyarakat. Khususnya warga kota dan Kabupaten Kediri.

“Kami sangat besyukur bisa memiliki beliau menjadi salah satu warga Kediri,” aku Faiz.

Karena itulah, kabar wafatnya Gus Lik menjadi sebuah kabar yang membuatnya sangat terpukul. Faiz merasa sangat kehilangan.

“Kami juga sangat-sangat kehilangan beliau. Insya Allah khusnul khotimah,” doanya.

Mbah Mamik, adik bungsu Gus Lik, mengatakan, kakaknya itu merupakan sosok panutan baginya. Dia menyebut kakaknyta adalah sosok guru serta orang tua baginya.

“Beliau ini juga punya sifat rendah hati. Tidak mau menyusahkan orang lain. Ketika mengaji itu bagaimana tidak merepotkan tuan rumah,” terangnya.

Menurut Mbah Mamik, Gus Lik juga selalu mengingat para jemaahnya. Dia selalu mendoakan agar jemaahnya dimudahkan segala hal serta senantiasa dimudahkan di akhiratnya.

“Semua jemaahnya selalu didoakan. Termasuk orang jualan, orang penjaga parkir, dan semuanya. Saat pengajian doa itu kan ada kertas nama-nama yang didoakan. Ketika pulang, beliau membawanya dan dibaca lagi. Pernah saya tanya kenapa kok dibaca didoakan lagi? Katanya takut kalau ada yang kelewatan,” terangnya.

“Aku tidak ingin jemaah meninggal dengan su’ul khotimah,” imbuh Mbah Mamik, menirukan ucapan sang kakak. 

Reza Ahmad Zahid, atau yang akrab disapa Gus Reza menyebut, bahwa Gus Lik merupakan ulama yang telaten dalam mengayomi masyarakat. Dia juga istiqomah dalam mengisi pengajian untuk mendidik umat.

"Kajian beliau aktual dan faktual sesuai kebutuhan umat," terang laki-laki yang merupakan pengurus Ponpes Al-Mahrusiyah
Gus Reza juga mengatakan, bahwa Gus Lik menyampaikan pengajian dengan bahasa yang luwes dan mudah dipahami. Sehingga siapapun dapat dengan mudah menerima kajiannya.

Hal serupa dikatakan Plt Kepala Kantor Kemenag Kota Kediri A. Zamroni. Dia mengatakan, bahwa Gus Lik merupakan sosok yang sederhana. Ketika 2023, saat Zamroni menjadi ketua kloter yang kebetulan Gus Lik menjadi salah satu jemaah haji.

Gus Lik sangat rendah hati dan sederhana. Ketika ada fasilitas yang dikhususkan kepada alim ulama, beliau tidak mau menerimanya. Hal itulah yang membuatnya menjadi sosok panutan bagi semua orang.


“Beliau memang sangat memikirkan umat. Dari pada menggunakan fasilitas yang lebih banyak kelebihannya, beliau lebih memilih bersama jemaah lainnya. Sosok seperti ini yang jarang ditemui,” jelasnya sembari menyebut bahwa dia sangat kehilangan atas wafatnya Gus Lik.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #meninggal dunia #pengajian #pemakaman #ulama #Kyai Haji Douglas Toha Yahya #uswatun khasanah #Tokoh teladan #jawa pos #tokoh masyarakat #Gus Lik