KEDIRI, JP Radar Kediri - Gus Lik menghadap Sang Khalik dengan mewariskan beberapa pengajian yang sangat populer.
Pengajian rutin tersebut juga memiliki jemaah yang jumlahnya mencapai puluhan ribu orang dari berbagai daerah. Karena itulah, keluarga besar menegaskan akan meneruskan pengajian-pengajian tersebut.
Kepastian itu disampaikanoleh KH Anwar Iskandar, kakak ipar almarhum Gus Lik.
Menurut Gus War-sapaan akrab pengasuh Ponpes Al Amien, Ngasinan, Rejomulyo itu-Pengajian Malam Jumat (PMJ), Pengajian Malam Rabu (PMR), dan pengajian ibu-ibu akan terus dilakukan.
“Akan terus dikembangkan serta dijalankan sesuai tinggalan almarhum (Gus Lik),“ terang pria yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.
Dia mengatakan, tujuan tetap dilanjutkannya agenda itu tidak lain untuk menguri-nguri peninggalan sang adik ipar. Selain itu agar menjadi amal jariah bagi almarhum.
“Monggo kita uri-uri supados terus kirim pahala (Ayo kita menjaga supaya terus menjadi pahala bagi Gus Lik)” kata Gus War.
Sementara itu, Muhammad Zaenal Hamami, adik bungsu Gus Lik, mengatakan bahwa kegiatan pengajian itu menjadi motivasi tersendiri bagi Gus Lik.
Agar bisa bertahan dan sembuh dari sakit yang dirasakan. Bahkan, ketika sakit, Gus Lik tetap mengisi pengajian.
“Ngaji gak pernah mau berhenti. Ketika saya ingatkan untuk berhenti, beliau cuma bilang begini, ini kewajibanku aja dilarang.
Kewajibanku ki ngaji ngekeki pencerahan umat kok mbok larang, kon leren, terus piye?” ucap Mbah Mamik, menirukan perkataan kakaknya saat itu.
Sejak mengeluhkan sakit sekitar tiga minggu terakhir Gus Lik tetap mengisi pengajian. Meskipun saat itu kondisinya naik turun.
Kemudian, Kamis (19/9) malam Gus Lik berniat mengisi PMJ. Padahal kondisinya drop. Karena itulah Rabu (11/9) dia meminta pulang untuk melaksanakan niatnya itu.
Tapi, ternyata kondisinya kembali drop. Sehingga tidak jadi mengisi pengajian.
“Jadi diisi sama Kiai Anwar (Gus War, Red),” terang Mbah Mamik.
Mbah Mamik mengatakan, yang menjadi penyemangat untuk sembuh adalah pengajian. Ketika disemangati, jika sembuh Gus Lik bisa cepat mengisi pengajian lagi, hal tersebut langsung membuat kesehatannya membaik.
Jemaah pengajian Gus Lik tidak khusus santri. Tapi, juga datang dari orang yang awam pengetahuan agamanya. Sebab, tujuannya agar mereka mendapatkan hidayah.
Gus Lik juga berpesan kepada keluarga, kaitannya dengan pengajian. Agar ketika mengisi pengajian jangan panjang-panjang.
“Untuk keluarga yang disuruh menggantikan ngaji itu saat ngaji disuruh tidak usah panjang-panjang. Kadang masyarakat itu lek dowo-dowo aras-arasen ngrungokne (kalau lama-lama bosen mendengarkan),” kenangnya terkait pesan yang disampikan kakaknya itu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah