KEDIRI, JP Radar Kediri- Reza Afwatuzzulfa patut menjadi contoh anak muda zaman sekarang. Di usia 29 tahun, dia sukses sebagai pengusaha di bidang kesehatan. Gadis asal Mojoroto itu juga aktif di kegiatan sosial lewat komunitas Kediri Berbagi Semangat.
Reza -begitu sapaan akrab Reza Afwatuzzulfa- sepertinya tidak kenal lelah. Di luar profesinya sebagai dokter gigi, dia memiliki aktivitas yang cukup padat. Mulai dari mengelola usahanya di klinik milik sendiri, membentuk komunitas sosial, hingga statusnya sebagai mahasiswa pascasarjana.
Pembawaannya memang kalem dan tenang. Pun begitu karirnya. Anak sulung dari dua bersaudara itu punya kunci sukses dalam menjalani hidupnya. “Sabar dan bersyukur,” ucap Reza ketika ditemui di kliniknya yang berada di Jalan Raung, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri pada Sabtu (14/9).
Prinsip itulah yang dia kerjakan saat merintis usahanya di klinik kecantikan dan kesehatan gigi. Butuh waktu tiga tahun mengelola kliniknya hingga bisa seperti sekarang. Waktu yang cukup lama itu dipakai untuk mengurus izin pendirian kliniknya.
Baca Juga: Inilah Sosok Pradhana Probo Setyarjo, Kepala Kejari Kabupaten Kediri yang Sudah Telurkan Tiga Buku
Dia harus mengurus semuanya satu per satu. Mulai dari izin usaha, IPAL, dan lainnya. Itu juga dilakukan saat dia mengembangkan bisnisnya ke bidang kecantikan.
“Saya mengambil sertifikasi Aesthetic Medic di Semarang pada 2020,” terang perempuan lulusan dari Fakultas Kedokteran Gigi IIK Bhakti Wiyata itu.
Bagi Reza, tidak boleh ada waktu yang terbuang sia-sia. Karena itu dia selalu berusaha untuk meng-upgrade diri. Setelah mendapat sertifikasi tersebut, dirinya masih mencari sertifikasi di UK (United Kingdom) di University of Bolton. Tidak cukup disitu, dirinya juga melanjutkan pendidikan S2 hukum di Universitas Kadiri (Unik) Kediri.
Meski pendidikan pascasarjana-nya sedikit nyeleneh, tetapi keputusannya tidak diambil sembarangan. Bermula ketika dia banyak melihat berita pembunuhan serta kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kota Kediri. Itulah yang kemudian mendorongnya untuk mengetahui tentang hukum.
Bila orang-orang disekitarnya mendapat masalah, dia bisa memberikan bantuan. Meskipun tidak dengan menjadi pengacara. “Untuk diri saya dan menjembatani orang-orang di sekitar saya,” jelasnya.
Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa dan pengusaha, Reza juga membentuk sebuah komunitas. Dirinya menamainya dengan Kediri Berbagi Semangat. Melalui komunitas itulah dia bisa membagi ilmunya. Memberikan edukasi kepada kaum hawa untuk berani berdaya. Aktivitas di komunitas itu sendiri tidak sebatas di bidang kesehatan.
“Ibu rumah tangga itu biasanya hanya di rumah merawat anak. Tetapi di komunitas bisa mendapat ilmu baru. Kelas pound fit, merangkai bunga, jadi skill yang bisa dikembangkan,” terangnya.
Semua kegiatan itu yang digelutinya tidak selalu berjalan mudah. Ada kalanya dia merasa lelah dan stres. Tetapi, semua itu bisa dikontrolnya dengan baik. “Saya serahkan sama Allah. Karena saya sudah berusaha, kalau ternyata belum berhasil dikembalikan lagi ke Yang Maha Kuasa,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah