JP Radar Kediri- Diska Rufa Misana, 26, setahun lalu mengambil keputusan besar di dunia angkat besi. Sebuah cabang olahraga (cabor) yang sudah digeluti sejak 2012 silam.
Dia merelakan statusnya sebagai atlet. Lalu, memutuskan untuk menjadi pelatih.
Wanita berkulit sawo matang ini akrab disapa Diska. Sekitar pukul 15.00, dia terlihat duduk di depan ruang latihan cabor angkat besi.
Lalu, satu per satu atlet pun mendatanginya. Kemudian bersalaman. “Aku ngelatih di sini,” ujarnya saat ditemui kemarin.
Sebelum akhirnya memilih menjadi pelatih, Diska mengaku sempat bimbang. Ada pertarungan dalam dirinya sendiri. Apakah menjadi pelatih atau melanjutkan perjalanan karirnya sebagai atlet. Yang mana, dia memiliki tiket untuk berlaga pada PON XXI Tahun 2024 Aceh-Sumatera Utara (Sumut).
“Aku melihat bocah-bocah (atlet muda cabor angkat besi, red), kasihan kalau nggak ada yang melatih,” ungkapnya.
Baginya, menjadi pelatih pun bukan hal yang mudah. Tidak seperti yang dibayangkannya. Bahkan dia mengaku tidak percaya diri pada saat awal-awal melatih.
Pasalnya, dia tak bisa hanya fokus pada dirinya sendiri. Diska mengaku lebih banyak berpikir bagaimana para atletnya ini berkembang.
Lalu, program latihan apa yang tepat untuk diberikan. “Bisa menaikkan angkatan atlet, prestasinya meningkat,” ucap Diska.
Menurutnya, dulu ada atlet yang tidak berprestasi. Tetapi waktu Kejurprov bisa meraih nomor. “Kebetulan yang bawa saya juga,” celetuk wanita asal Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Pesantren ini.
Lucunya, Diska kadang merasa geregetan dengan anak didiknya. “Kadang masih pengen angkat sendiri kalau atletnya nggak bisa-bisa,” candanya.
Menariknya lagi, Diska tak hanya menjadi seorang pelatih. Dirinya juga guru di SMK PGRI 4 Kediri. Di sana, dia mengajar olah raga. Bidang yang memang sudah digelutinya selama ini. “Kalau jadi pelatih, ada tugas besar. Yaitu atletnya harus berprestasi,” tegas Diska.
Kesempatan menjadi pelatih angkat besi tentu tidak datang secara tiba-tiba. Pasalnya, prestasi Diska di dunia angkat besi juga tidak bisa dianggap remeh. Yakni, dirinya bisa membawa medali perunggu pada PON XX Papua tahun 2021 silam. Yang mana, agar bisa melenggang ke PON, bukan sesuatu yang mudah. Jauh sebelumnya, Diska sudah mengoleksi puluhan medali yang didapatkannya dari Porprov, Kejurprov, Kejurnas, dan lainnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah