KEDIRI, JP Radar Kediri- Suasana rindang begitu terasa di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada (15/7). Sekitar pukul 12.30, kampus yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Pare tersebut ramai oleh mahasiswa yang berlalu-lalang. Di gedung utama kampus tersebut itulah Luqman Irnu Sanjaya dan Intan Levina asyik bercengkerama. Kedua mahasiswa tersebut adalah duta kampus STIKes Karya Husada yang biasa disebut Praska Ayunda.
Usai ngobrol beberapa menit, dengan lugas Luqman Irnu Sanjaya, mahasiswa S1 Keperawatan menceritakan pengalamannya hingga terpilih menjadi Panji Persahabatan. dalam ajang pemilihan Duta Pariwisata Kota Kediri, Panji Galuh 2024.
Dengan ramah, pria berperawakan tinggi tersebut menceritakan kembali awal mula ia mendaftarkan diri. “Awalnya sempat mengurungkan niat untuk daftar, soalnya bentrok dengan jadwal ujian,” ujarnya dengan senyuman yang mengembang.
Tapi dukungan dari pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Praska Ayunda dan teman-temannya membuat ia bertekad untuk mendaftarkan diri dalam ajang Panji Galuh. Setelah menyelesaikan tes tulis dan wawancara, ternyata ia lolos kebabak selanjutnya. Yaitu minat bakat. Ia pun mulai menemui hambatan perihal pendanaan.
Sebagai seorang mahasiswa, ia tidak ingin memberatkan orang tuanya. Di sisi lain ia tidak memiliki dana untuk menyewa kostum dan keperluan lainnya untuk menunjang penampilan unjuk bakatnya. “Untungnya kok kampus baik banget, 100 persen di-support penuh. Baik pendanaan maupun dukungan moril,” ucapnya.
Akhirnya ia dapat menampilkan seni monolog berbahasa Inggris dengan mengangkat cerita Joko Tingkir.
Babak kedua yang menampilkan minat bakat pun berhasil ia lewati dengan sangat baik. Dan mengantarkan Luqman ke babak final. Melalui masa karantina hingga memasuki malam penganugerahan.
Awalnya ia sempat merasakan grogi, tapi berkat dukungan dari teman-temannya dan kehadiran Kepala Program Studi (Kaprodi) Keperawatan, Dr Ns Moch. Maftuchul Huda, SKp, MKep, SpKom. “Awalnya grogi, tapi mendengar sorakan semangat dari teman-teman dan acungan jempol dari kaprodi langsung bikin saya bersemangat,” kenangnya.
Berbeda dengan pasangannya di ajang duta kampus Praska Ayunda, Intan Levina. Perempuan berperawakan ayu tersebut sedang fokus menyelesaikan program pertukaran pelajar di tiga negara. Yaitu, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Perempuan yang sedari tadi disamping Luqman juga menceritakan pengalamannya ketika mengikuti program pertukaran pelajar.
“Di sana saya belajar banyak hal tentang dunia medis,” ujar mahasiswi tingkat 2 jurusan S1 Keperawatan tersebut.
Intan, nama sapaannya, merasa sangat beruntung berkesempatan untuk belajar di tiga negara sekaligus. Terlebih, ia juga mendapat pendanaan dan dukungan penuh dari pihak kampus.
Sang Kaprodi, Moch. Maftuchul Huda, sangat bangga dengan prestasi mahasiswanya tersebut. “Kami akan terus dukung potensi mahasiswa dalam bidang akademik maupun non-akademik,” terang pria berkacamata tersebut.
Selain komitmen untuk berprestasi, ia tak lupa selalu menanamkan nilai-nilai karakter pada mahasiswanya. “Sesuai dengan tagline kami Campus of Brilliant, kami ingin mahasiswa kami menjadi sosok yang excellent, responsive, learner, inovative, nationalist,” terang alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah