KEDIRI, JP Radar Kediri - “Tinggi patungnya sampai 4 meter,” ucap Jamran. Lelaki ini juga menunjukkan jarinya ke patung Gajah Mada yang masih dalam proses pengerjaan ini.
Di halaman tempat produksinya, tak hanya ada patung Gajah Mada yang masih dalam proses pengerjaan. Melainkan ada patung sapi yang juga berukuran jumbo. Memiliki panjang sekitar 4 meter dan tinggi 2 meter.
Tak hanya patung berukuran raksasa, tetapi juga ada miniatur kecil lainnya. Satunya, patung penghargaan Panji Galuh Kota Kediri.
Halaman tempat Jamran melakukan produksi patung-patungnya tersebut tidak jauh dari tempat tinggalnya. Hanya sekitar 50 meter dari rumahnya yang berada di Perumahan Wilis Indah II Jalan G Raya Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto.
Rumah Jamran sendiri tidak terlalu sulit untuk dikenali. Dari depan rumahnya, terlihat patung ikan. Lalu, di gerbangnya, ada semacam relief. Dan di pintu gerbangnya, terdapat topeng dengan hidung seperti Pinokio, panjang. Selain itu, di sisi kanan depan rumahnya juga dijadikan toko.
Dari luar, terlihat ada banyak miniatur bikinannya yang dipajang di rak tokonya. Mulai dari miniatur sura dan baya, spiderman, dan sebagainya. Semuanya pun ditata rapi.
Jika melihat karya-karyanya itu, Jamran bisa dikatakan sukses. Karyanya ada yang dijual dari harga di bawah Rp 10 ribu hingga ratusan juta rupiah. Meski begitu, apa yang didapatkannya saat ini sudah melalui sebuah proses yang panjang.
“Saya memulai usaha patung ini sejak 2007,” kenang anak ke lima dari sepuluh bersaudara ini.
Jamran pun kemudian bercerita dulunya dia sempat banting setir dari dunia seni ketika terjadi krisis 1997/1998. Ketika itu, dia bergabung dengan sebuah lembaga swadaya masyarakat internasional yang berpusat di Belanda untuk melakukan pemberdayaan masyarakat. Dia pun bekerja cukup lama di sana.
“Lalu setelah sudah tidak lagi di LSM tersebut saya sempat usaha. Membuka studio foto, ada alat tulis juga,” kenang bapak dua anak ini.
Ternyata, bisnis itu tak berhasil. Hanya bertahan hingga dua tahun. Modal awalnya pun tak kembali. Dari situlah kemudian Jamran mencoba kembali menggeluti dunianya di seni patung. Karya pertamanya setelah bisnisnya bangkrut adalah membuat miniatur patung sura dan baya.
“Saya tawarkan langsung ke Kebun Binatang Surabaya,” katanya.
Beruntungnya, miniatur buatannya laku keras. Belasan miniatur yang dibuatnya ludes dan membuat pihak kebun binatang melakukan pemesanan selanjutnya. Namun, momen yang membuatnya semakin percaya dengan bisnisnya adalah pesanan yang datang dari Blitar.
“Saya diminta bikin miniatur Soekarno sebanyak 10 ribu. Tetapi waktu itu saya tidak bisa memenuhinya, hanya bisa membuat 3 ribu. Tetapi ya pesanan itu tetap datang setiap bulannya dan sampai sekarang masih,” jelasnya.
Menurutnya, pesanan tersebutlah yang membuat bisnisnya semakin berkembang sampai sekarang. Bahkan dikenal sampai seluruh Indonesia. Mulai dari membuat miniatur hingga patung raksasa.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah